KE MANA TUMPAHNYA EMOSI KALAU TAK KE BLOG


Monday, January 31, 2005

PATI

hari ini hari terakhir kerajaan malaysia memberikan amnesti kepada semua pendatang asing tanpa izin (PATI) yang masih berkeliaran di bumi malaysia. setelah 1 feb 2005 pukul 00.00, mereka akan di buru oleh semua pihak, polis, immigresen dan RELA.

berita hari ni menayangkan demo yang diadakan di depan kedutaan besar malaysia di jakarta. macam-macam tulisan pada flyer

"tanpa TKI, ekonomi Malaysia bancrupt"

"majikan Malaysia cuma pentingkan duit, upah tak dibayar"

"hukum majikan juga, bukan cuma TKI"

"jangan perlakukan TKI seperti haiwan"

dan aku kembali ditodong dengan sejumlah pertanyaan dan kata-kata yang kadang menyakitkan.

dalam keadaan macam ni, semuanya serba salah

kerajaan malaysia berhak untuk mendeportasi pekerjaan asing tanpa izin sebab melanggar peraturan.. sebagai suatu respond terhadap keluhan rakyatnya yang melihat terlalu banyak warga asing tanpa izin di tanah air. juga terhadap keluhan tingkat jenayah yang makin tinggi.

sudah habis kata-kata untuk menerangkan kepada kawan-kawan di sini...

sistem pengambilan tenaga kerja di sini yang harus diperbaiki

permudahkan...

biaya yang dikenakan jangan terlalu tinggi...

didik calon tenaga kerja sebelum dihantar...

baru la orang tak menyusup masuk macam sekarang.

di deportasi...marah pulak

hmmmm....

ayat apa lagi aku nak jawab kalau bebudak ni "bang" aku nanti

cerita aku
aisehhh...sebenarnya limit aku pergi lapor diri tahunan di balai polis dah abis bulan lepas...kang tak pasal-pasal aku pun kena swept jugakk. baik aku cepat-cepat siapkan semua paper yang diperlukan

136139 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 6:16 | 0 komen anda


Sunday, January 30, 2005

rasa, merasa, terasa, perasaan, perasan...

sorang kawan bertanya apakah aku baik-baik saja. lama tak menulis...

sorang kawan lagi tanya, pertanyaan yang sama jugak.. tapi agak perli ( mungkin aku jer yang tengah sensi kot)...

sorang lagi tanya...dah abih idea kah...

aku tak ada jawapan yang pasti untuk semua pertanyaan

dalam hati terlalu bergejolak...

sorang kawan bagi nasihat
" awak masih teringat orang lama saat awak sudah ada orang baru sebab orang baru tak pernah memikirkan awak..tak pernah berusaha nak take care awak. kadang bila dah jadi bf/tunang/suami, dah rasa tak perlu take care. benda yang senang untuk dibuat tapi susah dilakukan."

hmmm.....
biar aku pikir...apa yang dia sibuk...
dari des sampai feb...office hour: di opis orang,tax course+practical
petang: opis sendiri: urus client
sat-sun: kelas mba, next semester dah amik full time.

tapi sesibuk apa pun, takkan balas sms pun tak boleh...

ok..sms ke sini mahal...sekali sekala tak boleh kah? bukan setiap hari.email pun tak berbalas...

kalau aku cakap kasar... engko hidup atau mati pun aku tak tahu!!!

sorang kawan lagi kata " u didnt deserved to be treated that way"
masih banyak lagi orang yang baik dan menghargai awak...lebih dari itu

entah laaa....

sorang kawan plak menambah... if he is worth it, why not??

worth it? maksudnya apa??

aku blurr.....

a walk to remember
"love is always patient and kind, it is never jealous...it is not boastful nor conceited...it is not rude or selfish - it takes no ofeence and is not resentful - love takes no pleasure in other people's sins but delights in the truth - it is always ready to excuse, to trust to hope and to endure...whatever comes..."

136106 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 23:11 | 3 komen anda


Monday, January 10, 2005

aku vs AKU

woii...aper nii:AKU

naper???:aku

lembek balik, hari tu kan dah janji tak nak ingat-ingat lagi:AKU

tersentimental skit la:aku

sentimental...aku smackdown ko, baru tau:AKU

jgn la garang sangat, kesian la kat aku:aku

abih tu..ko yg macam hampeh:AKU

erkkk..iyer ker aku macam hampeh???:aku

lebih dari hampeh..apa ko dapat ingat benda-benda tu. sebijik zarah pun tarak faedah..sedih ada la. buang karan jer:AKU

emmm...:aku

apa emm...emm... sedar la skit, kerja ko tu bertumpuk-tumpuk.. daripada ko buang masa macam tu...baik la ko pergi buat kerja..skit-skit abis gak..masa depan depan mata, ko gi korek gak masa lalu yang dah terbenam..apa punya bodoh..bangang..tak der otak :AKU

ok...:aku

apa ok-ok. ko ni janji jer lelebih.tapi buat gak.mungkir janji tu dosa tau takk:AKU

tau..tapi otak aku dah teringat..wat cam ner:aku

programkan la otak ko supaya tak ingat lagi:AKU

programkan???:aku

iyer la...itu pun lembap sangat ker:AKU

kalau aku tak nak:aku

ooooo...melawan lak sekarang:AKU

ces..suka hati aku la...badan aku,jiwa aku, perasaan aku..kadang aku lemah, kadang aku jatuh..tapi aku tau aku akan bangkit lagi. skang ko pergi duduk jauh-jauh. jgn kaco aku sebelum aku amik tindakan drastik..**KILL**KILL**DIE**DIE** :aku

erkkk..ok..ok..aku blah :AKU

134184 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 23:30 | 4 komen anda


hujan air mata

cerita awal
hadiah dah bungkus.cantik..malam ni telefon abang "jangan lupa nanti gi amik hadiah kat rumah Asma.alamat dia hari tu dah bagi kan...kat Kg Melayu.dia balik 20 jan. tapi jangan bukak sampai 28hb tau.nanti sayang marah. abang kenal tak ayah dia, pensyarah UTM gak,Dr Afifi. tapi lupa la kat fakulti mana. mungkin dia tak ajar abang kot. sure dia bukan lecturer kat engineering..." setengah jam international call pun terasa sangat singkat.

----------------------------------------------------------------

aku sudah berjanji untuk menutup lembaran lama, tapi kadang-kadang hati aku masih jauh mengembara ke Pantai Timur, mengingat dia. jalan-jalan di bandar Kuantan, menikmati semilir angin di teluk Chempedak dan kedai makan kesukaan kita, Kedai seafood Pak Abu di tepi sungai pahang.

Tuhan, aku masih merindukan dia yang bukan milikku lagi

sejenak aku buka inbox di hp, membaca pesan singkat yang pernah aku terima tak lama dulu "Bagi saya, awak dah jadi macam maam besar dan segala macam susah senang saya nak kongsi dengan awak. jaga diri elok-elok,saya memang dah SUKA ngan awak"

apakah aku terlalu cepat membuat keputusan menerima kehadiran orang lain dalam hidup aku. sudah setahun setengah, aku ingin terus hidup, aku ingin terus melangkah. tapi kenangan itu terus mengikuti ke mana pun arah tujuanku. salahkah aku pada sang pengirim sms, menerima dia dengan hati yang masih kacau.

"Niza, ayah marah ngan abang. kenapa dia tak cerita pada ayah dan mama masa dia tahu masalah tu. patutnya, dia datang, cerita...keadaan niza masa tu diluar dugaan semua orang, ayah dan mama tak pernah sangka akan jadi macam tu. semua kejadian tu di luar akal pikiran. kalau dia betul-betul sayang, kenapa dia tak usaha, bagitau keadaan niza.dia orang yang pertama tahu"

untaian kata-kata mama terngiang kembali di telinga. aku tak ingin mencari kambing hitam kegagalan hubungan ini. kalau yang terjadi memang sudah ada ketentuannya, aku hanya seorang pelakon yang menjiwai skrip yang sudah ditulis Sang Pecipta.

diluar hujan renyai-renyai mulai turun membasah bumi, dan bertambah deras. begitu juga mataku.

----------------------------------------------------------------

cerita akhir
untuk seseorang yang kini entah berada di mana, semoga kebahagiaan dan kegembiraan selalu menyertaimu. SELAMAT ULANGTAHUN YANG KE 30.

134073 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 5:00 | 0 komen anda


Sunday, January 9, 2005

gambar untuk dikongsi bersama

sesaper yang terasa nak berkongsi bersama boleh la tengok entry 5,6.8 dan 10 jan.

133967 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 5:49 | 0 komen anda


Wednesday, January 5, 2005

relawan dalam bahaya

terima kasih kepada semua relawan yang terus menerus datang ke Aceh untuk membantu. menjejakkan kaki ke bumi aceh pada waktu sekarang seperti menandatangani sebuah kontrak kematian. banyak resiko yang harus diambil.

10 hari paska tsunami masih menyisakan kerja yang tak sedikit. masih banyak mayat yang belum ditanam, puing-puing bangunan yang belum dibersihkan, pembagian bantuan kepada yangberhak belum terkoordinasi dengan baik hingga isu baru yangberhembus mengatakan anak-anak warga aceh ada yang telah diadopsi secara illegal, kemungkinan oleh sindiket perdagangan anak atau kepada orang-orang yang tak bertanggungjawab.

berita terakhir mengatakan ada relawan yang terpaksa dirawat di hospital akibat infeksi dan ada yang harus diamputasi (potong) anggota badan.kemungkinan mereka terkena infeksi bakteri Clostridium perfringens (BUKAN HERPES; Virus herpes tidak menempati jaringan yang membusuk dan sangat jarang fatal). ini terjadi saat para relawan mengangkat mayat-mayat yang sudah membusuk dan telah meleleh).

Tips untuk relawan:

1. Siapkan Spiritual, fisik dan mental. Yakinkan diri anda benar-benar melakukan ini demi menolong dan beramal kepada sesama manusia. Sudah ada 32 relawan dari Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan yang pulang kembali karena muntah-muntah dan kerasukkan. Katanya karena diganggu roh-roh korban bencana.

2. Perlengkapan utama selain keperluan untuk survival (torchlight, pisau, lighter, baju hujan) ialah MASK, dan seperti kasus SARS usahakan mask standar minimal W.H.O (tipe N-95), Bukan mask untuk pembedahan (apalagi saputangan yang dilipat seperti yang ada sekarang, bukan juga mask penggergajian kayu yang ada filternya tapi tidak efektif untuk menyaring kuman di udara). Selain itu bila akan mengevakuasi mayat, pakailah corpses gloves seperti standar petugas bilik mayat. Bukan menggunakan handschoen getah nipis (gammex) yang mudah koyak, yang mestinya dipakai untuk menangani pasien hidup di hospital.

3. Pakailah topi untuk mencegah percikan cairan tubuh dari tubuh mayat, yang dapat melekat pada rambut anda dan kemudian meleleh ke makanan saat anda makan. Beberapa relawan telah kena diare yang disebabkan kuman-kuman Clostridia melalui cara tersebut diatas.

4.Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah mengangkat 1 mayat. Boros? Memang tapi kita tak ingin ada lagi para relawan yang jadi korban diare atau pnyakit fatal. Gunakan sabun antiseptik seperti Lifebuoy, Nuovo atau apapun namanya. Cuci tangan selama 5 menit. Lebih baik lagi jika ada sikat pencuci tangan seperti diruang operasi (HIBISCRUB BRUSH) untuk menggosok bahagian2 lipatan kulit, daerah yang sulit terjangkau dan kuku. Usahakan sabun antiseptik cair.

5.Betadine kecil, alkohol 70 %, plester/bandaid, kasa gulung, Daryanttulle, gunting kecil, mata pisau bedah / scalpel - bisa dibeli di Farmasi dan tali hendaknya selalu tersedia disamping air bersih pada veldples, sedikit gula dan garam, dan air mineral atau supplement elektrolit (Pocari Sweat) karena uap garam dari laut yang bercampur bau mayat merupakan racun yang membuat kita banyak kencing dan kehilangan cairan dan elektrolit. Jangan pernah meminum energy drink supplement yang dapat membuat anda tidak cukup tidur dan pada akhirnya menurunkan daya tahan dan energi anda. Segeralah tidur pada waktunya. Bersikaplah dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah rakyat Indonesia yang ada pada bahu anda.

6.Pakai seluar kain, bukan jeans (berat jika kena air dan lumpur) maupun bahan parasut-plastik (membuat sirkulasi panas tubuh dan aliran keringat tidak baik) saat anda mengangkut mayat. Pakailah kasut dan setokin. Jangan enggan karena takut becek jika masuk ke lumpur, rawa dan kubangan air. Beberapa penduduk di Meulaboh telah terkena gigitan ular akibat masuk ke rawa-rawa untuk mengambil mayat tetapi tanpa alas kaki. Gigitan pacet/lintah jarang di daerah pantai. basuh kaki dan jemur kasut dan pakaian anda setiap hari. Membawa lebih dari 2 pasang kasut adalah hal yang baik. Tidak harus boot, yang penting tertutup.

7, Jika anda luka segera dicuci dengan air mineral dan sabun antiseptik, digosok dan segera lapor pada ketua relawan anda dan doktor anda

8. Jangan gunakan tisu anti nyamuk (mosquito repelllent) yang dapat menyebabkan abrasi kulit

9. Minum obat pencegahan Malaria

10. Bawalah ubat-ubat peribadi

133550 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 1:51 | 0 komen anda


Tuesday, January 4, 2005

sambungan:--GUNUNG JANGAN PULA MELETUS (UNTUK KORBAN ACEH)

"Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!" aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun.

"Bilang sendiri sana sama gunung!" ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyor meninggalkan saya.

"Kiai!" aku meloncat mendekatinya, "Tolong katakan kepada Tuhan agar beristirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam...."

"Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapa tak kau pakai istilah bencana Tuhan?"

Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.

Emha Ainun Nadjib
Budayawan

kamus
setoran: bayaran
maling: pencuri
genderang:gendang
andil:tanggungjawab
membenturkan:menghantukkan
jidat:dahi

ps: untuk yg baca...maaf, tak perasan masa paste entry ni, terputus tengah jalan. harap maaf diterima

133363 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 0:51 | 2 komen anda


Monday, January 3, 2005

blog sayang...blog melayang

emm...godek-godek kat dreamwaver lagik...tapi tak betul2 gak.. preview kat IE, ok jer..bila upload main page jadik macam nih...cesss...ces... kat comment page jadik macam lain plak... awat la hang ni tak nak betui-betui jugak...sampai pukul 2 pagi aku buat kerja ni.

aku cek hang hujung minggu ni la naaa...aku godek-godek fotopages gak nanti.hari biasa tak dan la..kerja bertimbun. la ni aku dan upload saja..

blog sayang...blog melayang..

133351 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 23:17 | 2 komen anda


GUNUNG JANGAN PULA MELETUS (UNTUK KORBAN ACEH)

KHUSUS untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-nilai kandungannya?

Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluh lantak terkeping- keping, akan kubunuh.

"Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!," aku menyerbu.

"Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran," Sudrun menyambut dengan kata- kata yang, seperti biasa, menyakitkan hati.

"Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?"

"Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkan dengan surga."

"Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderita dibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangan kesengsaraan sedalam itu?"

"Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehingga derajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terus menjalani kerendahan."

"Termasuk Kiai...."

Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulu kala. Kuusap dengan kesabaran.

"Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepada gerombolan maling dan koruptor di Jakarta? Kalau itu ujian, apa Tuhan masih kurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, di tengah perang politik dan militer tak berkesudahan?"

Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku. Badannya terguncang-guncang.

"Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan? Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?" katanya.

Aku menjawab tegas, "Ya."

"Kalau Tuhan diam saja bagaimana?"

"Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terus mempertanyakan."

"Sampai kapan?"

"Sampai kapan pun!"

"Sampai mati?"

"Ya!"

"Kapan kamu mati?"

"Gila!"

"Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapa ilmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidak tahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakan tindakan Tuhan. Kenapa kamu tidak melawanNya. Kenapa kamu memberontak secara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alam semestaNya, kemudian kamu tabuh genderang perang menantangNya!"

""Aku ini, Kiai!" teriakku, "datang kemari, untuk merundingkan hal-hal yang bisa menghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter...."

Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya. Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku.

"Kamu jahat," katanya, "karena ingin menghindar dari kewajiban."

"Kewajiban apa?"

"Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter. Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya, dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimana pelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek dan mencampakkannya ke tempat sampah. Tuhan tidak berkewajiban apa- apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa, dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun. Tuhan tidak terikat oleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidak harus patuh kepada benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taat kepadaNya. Ainun, Ainun, apa yang kamu lakukan ini? Sini, sini..."-ia meraih lengan saya dan menyeret ke tembok-"Kupinjamkan dinding ini kepadamu...."

"Apa maksud Kiai?," aku tidak paham.

"Pakailah sesukamu."

"Emang untuk apa?"

"Misalnya untuk membenturkan kepalamu...."

"Sinting!"

"Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaik untuk cara berpikir yang kau tempuh."

Ia membawaku duduk kembali.

"Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusia menurut pertimbanganmu?," ia pegang bagian atas bajuku.

"Kamu tahu Muhammad?", ia meneruskan, "Tahu? Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wasallah, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karena sesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri. Panjang rumahnya 4.80 cm, lebar 4.62 cm. Ia manusia yang paling dicintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orang kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racun Zaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracun istrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggal kepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya. Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalu takut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yang pekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politik kalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkan nasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhan yang kalian salahkan?"

Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh ke belakang.

"Kiai," kata saya agak pelan, "Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa icon utama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim...."

"Sangat benar demikian," jawabnya, "Apa yang membuatmu tidak yakin?"

"Ya Aceh itu, Kiai, Aceh.... Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi."

"Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalah bahwa kamu pantas diludahi."

"Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu...."

"Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cinta lubuk hati. Kenapa?"

"Aceh, Kiai, Aceh."

"Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi. Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan oleh Tuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga dengan rumah-rumah cahaya yang telah tersedia. Kepada saudara- saudara mereka yang ditinggalkan, porak poranda kampung dan kota mereka adalah medan pendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah ini Tuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaran mereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala tema Aceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh dan Indonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan mereka selama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehingga akan lahir keputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak".

"Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukar dibayangkan akan mampu tertanggungkan."

"Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan- berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati."

"Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa, sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidup nikmat sejahtera?"

"Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelak tidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu mereka memperbanyak dosa dan kebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justru Tuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat mati karena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?"

"Gusti Gung Binathoro!," saya mengeluh, "Kami semua dan saya sendiri, Kiai, tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yang disuguhkan oleh perilaku Tuhan."

"Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan. Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehingga politiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuh penghinaan atas martabat diri manusia sendiri-maka Tuhan justru menambahi penyakit itu, sambil menunggu mereka dengan bencana yang sejati yang jauh lebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalah pemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan dan pembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup."

"Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan...."

"Alangkah dungunya kamu!" Sudrun membentak, "Sedangkan ayam menjadi riang hatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayam tidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur."

"Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?"

"Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehingga selama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupa bencana alam, teknologi dan manusia, dengan frekuensi jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, karena itu semua tidak menjadi pelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberi peringatan dalam bentuk lebih dahsyat. Kalau kedahsyatan Aceh belum mengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, ada kemungkinan...."

"Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!" aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun.

"Bilang sendiri sana sama gunung!" ujar Sudrun sSu

133349 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 23:00 | 1 komen anda


Saturday, January 1, 2005

kepala aku kosong....blog under construction...dah berapa hari menghadap benda nih... tak reti2 jugak..ishhh, bila la nak pandai.

133073 | tukang tulis gigitakbertatoo pukul: 23:34 | 5 komen anda