KE MANA TUMPAHNYA EMOSI KALAU TAK KE BLOG

aku udah capek ngedengarin cerita orang pada selingkuh. yang udah punya pacar, punya tunangan, bahkan punya suami ato isteri dan anak-anak. apa gak mikirin perasaan pasangannya. emang enak diselingkuhin.
selingkuh gak tanggung-tanggung. yang kena getahnya teman-teman di lingkungan. kalo kaya aku masih kuliah, kalo yang selingkuhnya pak dosen ato bu dosen, kan jadi contoh yang jelek buat mahasiswanya. selingkuh ato apapun nama kerennya. TTM (teman tapi mesra), adek ketemu gede...apalah... kalo selingkuh ya tetap namanya selingkuh.
SEBELLLLLLL BANGETTTTT
catatan: saksi mata kegiatan perselingkuhan :(
selingkuh: main kayu tiga
Mac 2006
Rabbi, Redakan resah dalam hati ini Damaikan jiwa yang bergejolak Tenangkan hati yang dirundung gelisah Tabirkan rindu yang kian menggebu Kerana semua belum waktunya ----------------------------------------------------------------
Satu hari di bulan April,2006- 23
Betapakah aku merindukannya Sampai dia hadir di alam bawah sedarku Mengalunkan surat cinta Kekasih kami Dan suara puji-pujian untuknya Hingga menitis air mataku
Sebegitu rindukah aku pada dia? Lalu bagaimana rinduku padaMu ------ Petang itu aku bermimpi tentang dia. Mimpi yang aneh. Aku tak melihat wajahnya, hanya suara. Suara yang sangat aku kenal. Mengalun sangat indah. Aku terjaga dengan senyum di bibir. Dan azan asar pun berkumandang.
----------------------------------------------------------------
Saat aku jatuh cinta Aku ingin terbang cepat Hingga syaitan tak sempat hinggap -anonim-
----------------------------------------------------------------
Mei/2006
Ya Allah Seandainya rindu ini suci…titipkanlah Seandainya ukhuwah ini kudus…panjangkanlah Seandainya luka ini berhikmah…biarkanlah Seandainya ingatan ini berfaedah…teruskanlah Aku damba keredhaanMu Aku tidak tahu apa yang terbaik untukku Tunjukkan aku…suluhi aku dengan nur hidayahMu Yang mengobati resah dan lukaku Moga aku dapat kembali mendekap cintaMu Engkau sebaik tempat mengadu Engkaulah yang Maha Mengetahui bisikan hati Limpahkan ketenangan dalam hati kami Amin…Ya Rabbal alamin
----------------------------------------------------------------
7/Jun/06
Rindu ini tak terperi Menyiksa hati Rabbi… Sudah sekian purnama Ku kira rasa itu akan berlalu jua Nyatanya MahuMu di luar dugaanku Sungguh aku tak kuasa
----------------------------------------------------------------
8/Jun/06
Wahai rasa yang menguasai hati Ku mohon Pergilah Pergilah Pergilah Pergilah Pergilah Dan rasa bertanya kenapa Kerana saat hari itu tiba Sang Khaliq akan bertanya Seberapa besar hatiku untukNya Lalu celakalah aku Jika hatiku lebih besar untuk dia Dibanding untuk Dia
----------------------------------------------------------------
15/Jun/06
Aku merindukannya Disetiap hembusan nafasku Aku menginginkannya Disetiap denyut nadiku
Aku memikirnya Disetiap gerak langkahku Aku memimpikannya Di tidur malamku
Sungguh Rasa ini menyiksaku Semakin aku mengusirnya pergi Semakin kuat terpatri dihati
Pergilah wahai rasa yang mendera jiwa Pergilah jauh Jauh dari ku Ku mohon…….
----------------------------------------------------------------
16/Jun/06
Malam yang indah Bulan terang memancar sinarnya Walau wujudnya hanya separa Tanpa awan Langit membuka tabirnya Bintang berkilauan menghias angkasa Indah.. Bersama semilir angin dingin Menusuk tulang belulang Perih..
Seperti itulah rasa yang mencekam hatiku Tak terubati ----------------------------------------------------------------
18/Jun/06
Aku lelah mencintai lelaki yang belum aku nikahi. Ingin ku cabik-cabik hati ini, supaya rasa itu hancur dan pergi. Tapi cinta itu anugerah Ilahi. Aku tahu, dan sangat tahu. Cinta menjadikan aku manusia seutuhnya. Tapi jatuh cinta pada lelaki yang belum sah menjadi milikku adalah salahku sendiri. Aku yang tak menundukkan pandangan, aku yang tak menjaga lisan, aku yang sembarangan menebar senyuman.
Bidadariku, Namamu tak terukir Dalam catatan harianku Asal usulmu tak hadir Dalam diskusi kehidupanku Wajah wujudmu tak terlukis Dalam sketsa mimpi-mimpiku Indah suaramu tak terakam Dalam pita batinku Namun kau hidup mengaliri Pori-pori cinta dan semangatku Sebab Kau adalah hadiah agung Dari Tuhan Untukku bidadariku (Ayat-ayat cinta- Habiburrahman El Shirazy)
Aku ingin jadi seperti bidadari itu untuk suamiku. Mungkinkah????
untuk dia, untuk Dia
ketika rasa rindu itu menghempas pantai hati, hanya padaMu tempat aku mengadu. tenteramkan jiwa yang resah ini untuk menjalani hari-hari. jauhkan aku dari cinta yang berlebihan kepada makhlukMu, melebihi cinta Yang Agung kepadaMu. hanya padaMu bermuara segala cinta. ------------------------------------------------------------
Ya Allah, cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak.dengarkan rintihan hambaMu yang dhaif ini. janganlah Engkau biarkan aku sendirian di dunia dan di akhirat kelak.sebab itu akan menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai.dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh.
sekiranya telah Engkau catatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku. titipkanlah kebahagiaan antara kami agar kemesraan itu abadi. dan Ya Allah Yang Maha Pengasih seiringkanlah kami melayari hidup ini ketepian yang sejahtera dan abadi.
rabbi, laa tadzarni fardan wa Anta khairul waritsin Tuhanku,jangan kau biarkan aku sendirian. Dan engkau adalah sebaik-baik Waris
tapi Ya Allah, seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku bawalah dia jauh dari pandanganku.luputkanlah dia dari ingatanku. ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku dan peliharalah aku dari kekecewaan. berilah aku kekuatan melontar bayangannya jauh di dada langit, hilang bersama senja nan merah agar aku dapat bahagia walaupun tanpa dia
duhai Allah Ya muqallibal qulub, gantikanlah yang telah hilang, tumbuhkanlah kembali yang telah patah, walaupun tidak sama dengan dirinya.pasrahkan aku dengan takdirMu. sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik buatku.kerana Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu.
minggu ni Playboy Indonesia terbit untuk edisi ke 2. setelah dihujat dan menuai protes keras di Jakarta, pejabat penerbitannya pindah ke Bali.
mungkinkah tak lama lagi akan ada Playboy Malaysia??
Perjalanan pulang yang hanya mengambil waktu 15 minit bertambah panjang. Pemandangan di tepi jalan mengenaskan. Ada yang masih terduduk di pinggir jalan sambil menangis. Sedih, gundah, takut, trauma dan segudang rasa yang berkumpul dalam hati menjadi satu. Sampai di rumah, kami berkumpul. Kami ber-13. Aye di hospital. Ujian yang harus dia lalui hari ini pasti batal. Dalam pukul 10 pagi, Pijoy, NYDP PKPMI-CY datang. Memeriksa keadaan pelajar-pelajar dari rumah ke rumah. Dan alhamdulillah,tak ada yang cedera akibat gempa. Dan khabar dari Kedutaan, kami tak perlu cemas. Tak akan ada gempa yang lebih besar dan tak perlu balik. Tapi banyak pelajar yang protes. Maklum, orang yang memberi perintah ada di Jakarta, hampir 600km dari Jogja. Apa-apa jadi, dia orang tak kena.
Berdasarkan radio hp Tika, aku mengikuti perkembangan terkini berita berkaitan dengan gempa. Sampai pukul 1 tengahari, telah terjadi 2 gempa susulan. Goncangannya tak sekuat gempa yang terjadi pagi hari tadi, tapi cukup membuatkan kami berhamburan lari keluar rumah lagi. Ratusan mangsa sudah di bawa ke hospital dan masih banyak yang akan datang, diangkut dalam kenderaan yang seadanya, lori, pick up truck, van. Apa yang ada dan apa yang dapat untuk mengangkut pesakit.
Menjelang malam, baru bekalan eletrik tersambung kembali. Secepatnya aku menyalakan tv tapi sayang, dari 14 saluran hanya beberapa yang ada siaran. Pemancar rosak. Aku menonton Jogja TV, saluran tv tempatan untuk mengetahui perkembangan terkini. Bantuan asing pertama yang datang adalah dari Singapura. Negara satu ini memang hebat dalam menangani bencana alam. Satu kapal terbang lengkap dengan tenaga perubatan, paramedik, hospital khemah dan serba serbi alat untuk menangani mangsa.
Malam itu rasanya sulit untuk tidur. Aku hanya berbaring di lantai beralas karpet. Kalau tidur di atas katil, lambat untuk merasakan adanya goncangan gempa. Sampai pukul 1 pagi, masih ada gempa susulan yang membuatkan aku tak dapat melelapkan mata sama sekali. Sekitar pikul 1.15pagi, ada bunyi motor masuk ke perkarangan rumah. Ternyata ada kabar baik dan kabar buruk. Kapal terbang TUDM akan datang pukul 3.13pagi nanti menghantar bantuan untuk mangsa gempa, dan sedang diusahakan supaya pelajar-pelajar yang ingin kembali ke Tanah Air dapat menumpang kapal terbang tersebut. Kabar buruknya kapal terbang mendarat di Lapangan Terbang Adisumarno, Solo kira-kira 120km dari Jogja dan yang ingin pulang harus bertolak ke Solo sekarang. Buruknya lagi, hanya tinggal 8 kerusi. Aku dan Fed yang menolak kerusi. Aye dah ada tiket. Dia merencanakan cuti bulan Jun sejak 3 bulan lalu. Tinggal 11 orang. Toi, Azra dan Ida mengalah, tapi akhirnya tetap ikut bertolak ke Solo. Siapa tahu ada extra seat atau last minute cancellation. Aku dan Fed tinggal berdua.
5.50pagi 28 Mei 2006, 24 jam setelah kejadian gempa bumi kompleks perumahan kami lengang. Pagi hari, tinjauan ke hospital-hospital berdekatan sungguh menyayat hati. Pesakit-pesakit dirawat di luar bangunan untuk menghindari tertimpa runtuhan bangunan. Di Hospital DrSardjito, dari 12 ruang bedah hanya 1 yang dapat digunakan. Bau darah menyeruak ke seluruh ruang hospital. Walaupun sudah terbiasa dengan bau darah dan keadaan pesakit, tapi kali ini aku sendiri tak sampai hati. Sabarlah, sesungguhnya ini semua dugaan Allah untuk hambaNya.
Menjalani hari-hari paska (post) gempa tak menyenangkan. Gempa susulan yang tejadi tetap menimbulkan ketakutan. Mendengar bunyi yang menderu atau kuat sudah menimbulkan rasa cemas di hati. Hampir seminggu ini, aku menghabiskan waktu malam dengan terjaga. Waktu tidur lebih pendek dan lebih banyak di siang hari. Siapa tahu ada sesuatu terjadi di waktu malam. Aku lebih tahu bagaimana post traumatic syndrome. Mungkin dulu aku sering bertanya, kenapa trauma dapat menimbulkan efek berpanjangan sekarang aku dapat jawapannya. Ada hal tertentu yang harus kau alami dulu, baru kau tahu jawapannya Niza.
seperti yang diperkirkan banyak pihak, gempa terjadi lagi.gempa 08/06/06 pukul 11.43pagi menimbulkan trauma baru. sebenarnya dari pagi sudah terasa getaran-getaran yang tak kecil. pagi pukul 9, aku di tingkat 3 untuk pendaftaran evaluasi dept oral medicine. meja yang aku gunakan untuk menulis terasa goyang. selesai pendaftaran, aku turun.tak nak ambil resiko di tempat tinggi.
pukul 10pagi, Metro Breaking News menyiarkan berita letusan Merapi. lebih besar dari sebelumnya. wedhes gembel (awan panas) yang keluar melebihi jarak perkiraan biasa. lebih dari 2km dari puncak gunung. syukurlah, sudah 15ribu penduduk yang tinggal di area tersebut sudah dievakuasi.
aku mencuba untuk tetap tenang 
Iza zul zilatil arduzil zalaha:1 wa akhrajatil ardu ashqala:2
apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat):1 dan bumi telah mengelurkan beban-beban berat (yang dikandung)nya:2 QS AlZalzalah:1-2
Saat semua mata terpaku ke utara menghadap ke arah Merapi, ternyata bencana bencana itu datang dari arah selatan. Pantai Selatan. Tak ada yang menyangka. Pagi itu akan menjadi kenangan seumur hidup. Hanya 57 saat……gempa berkekuatan 5.9 skala Richter pada pukul 5.50pagi menggoncang Jogjakarta dan Jawa Tengah yang menelan korban lebih dari 5000 jiwa, kerosakan dan kerugian harta benda yang tak terhitung jumlahnya.
Pagi itu aku masih bermalas-malas di tempat tidur, menikmati tilam empuk memandangkan aku akan mengikuti kursus mulai pukul 8.30 sampai 4 petang, dua hari berturut-turut. Awalnya terasa seperti buaian, bergetar perlahan. Getaran tak berkurang tetapi semakin kuat. Astagfirullahal ‘azim… kalimah pertama yang terucap dari bibir. Kalau mengingat hal itu sekarang, terasa banyak sekali dosa-dosa yang terpikul di bahu ini. Secepat mungkin aku keluar dari rumah. Walaupun aku yakin konstruksi rumah tempat aku tinggal cukup kukuh. Bangunannya masih baru, belum sampai 3 tahun. Warga di sekitar tempat tinggal juga keluar dari rumah, menghindari kemungkinan tertimpa atap atau kayu yang mungkin patah, atau dinding yang roboh.
Di luar rumah, mata warga kota bertumpu ke utara untuk melihat Merapi. Tapi pagi itu, Merapi tersergam indah, tenang, tak ada awan panas atau limpahan larva yang keluar. Selang 1 jam, warga mula panik saat kenderaan dari arah selatan menyerbu jalan menuju ke utara, ke arah Merapi. Gempa berasal dari Laut Selatan Pulau Jawa. Isu akan terjadi tsunami mula berhembus, menambah gundah di hati. Sesaat kemudian terdengan siren nyaring dari ambulan. Maklum, jarak rumah dari hospital tak sampai 300m. Dalam hati aku yakin, gempa kali ini akan memakan korban yang tak sedikit.
Pagi itu aku tetap bertolak ke tempat kursus. Walaupun aku yakin kursus tersebut akan batal. Di tepi-tepi jalan, penuh warga yang duduk kebingungan. Tak ada informasi dari pihak-pihak yang bertanggungjawab membuatkan orang cepat termakan isu atau khabar angin yang tak tahu puncanya. Pukul 7.30 pagi, kepanikan warga semakin memuncak. Aku sendiri tak tahu apa yang terjadi, hanya ada bisikan yang mengatakan supaya tenang dan tetap waspada. Tak ada hal buruk yang akan terjadi. Aku tak yakin sejak bila aku mula merasakan adanya bisikan-bisikan seperti itu, tapi ini bukan yang pertama. Hati…tenanglah.
Perjalanan ke tempat kursus melalui bangunan-bangunan besar, hotel-hotel, kawasan perumahan dan kedai-kedai serta shopping mall. Ada bahagian-bahagian tertentu dari bangunan-bangunan tersebut runtuh dan sebagian lagi retak. Dalam perjalanan, hati aku lirih. Entah kenapa, tak terasa air mata mengalir. Rabbi, aku takut. Bukan kematian yang aku takutkan, tapi sudah cukupkah bekal untuk aku bawa untuk menghadapMu. Aku tak mahu kepergianku tanpa ada keluarga di sisi. Mati di bumi asing. Jika aku harus mati di bumi asing, izinkan aku mati di Al-Harmain. Cuma di sana yang aku mahu.
Tiba-tiba fikiranku kembali berputar. Kenapa tak ku bawa Mashaf kecilku. Selalu aku baca dari media, mukjizat yang terjadi pada pembawa Kitab Suci itu. Terselamat dari bencana, dari petaka yang menimpa orang sekitarnya. Aku memarahi diri sendiri. Tapi sesaat kemudian, fikiran lain yang datang ke dalam benakku. Astaghfirullahal’azim….Niza, dosa apa yang ingin kau lakukan lagi. Bukankah menganggap sesuatu benda sebagai penolak bencana itu termasuk dalam syirik…dan syirik adalah dosa besar yang tak terampuni.
Katakanlah “wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap dirinyasendiri!Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya (kecuali syirik). Sesungguhnya Dialah Maha Pengampun, Maha Penyayang” QS AzZumar:53
Rasanya aku ingin menangis lebih kuat. Kenapa tak ku bawa Mashaf itu dalam hatiku, dalam fikiranku. Bukankah itu jauh lebih baik. Dalam keadaan seperti ini, memang manusia akan cenderung menghalalkan segala cara supaya terselamat dari bencana. Ini cuma bencana dunia, hanya sementara. Syirik, bencana dunia dan akhirat. Rabbi, ampuni aku…ampuni aku, ampuni aku, hambaMu yang alpa,yang lupa, yang leka.
Sampai di tempat kursus, AJK membenarkan dugaan aku. Kursus ditunda sampai waktu yang akan ditentukan nanti. Aku masih bingung mencari arah tujuan selanjutnya. Pulang ke rumah atau berjalan melihat keadaan kota, ke hospital. Akhirnya aku memutuskan untuk menelefon ke rumah dulu. Setelah 10 minit mencuba, baru panggilan tersambung. Ayah dan mama sudah cemas sejak pukul 7 tadi. Aku lupa, setiap pagi channel CNN dah menyala di rumah. Setelah menelefon, aku memutuskan untuk balik rumah (lebih tepatnya diarahkan oleh Mama). Sepanjang jalan masih banyak warga yang duduk di tepi jalan dan tidak ada arah tujuan.
-cont-

|