|
lorong kecil yang kian terbiar
kalau mahu menunggu hari dan masa yang sesuai untuk duduk dan menulis disini memang aku tidak akan menemuinya. rindu untuk menulis dan kemudian masuk ke alam "hanyut seniku" terasa sejak kebelakangan ini bila mengah nafasku terlalu semput oleh gegas waktu nan berpusing gelojoh sambil tidak memperdulikan lelahpenat dan ejekkan ejekkan suara yang bersimponggang dari segenap uratsaraf minta berhenti barang sesaat untuk seisi kembali kepada diri dan seisi penilaian yang sebentar cuma buat meneruskan perjalanan. rindu untuk kembali mensilangselikan kata kata menjadi selirat ayat yang bergumpal untuk kuajukan kepadamu..! rindu untuk mengantungkan kata kata menjadi baris baris yang terjuntai, tersangkut dan dengan demikian menjadi baris baris puisi yang bertalu talu menyoalku minta kebenaran yang tak sudah sudah.!
last modified May 10, 2004 at 2:21
demikian pada waktu yang laju kita dibawa riuhnya, hs, kita harus kemudian berlindung, mencari dan meleraikan kelibut menjadi titik2 embun yang jatuh satu satu dan kita berada diantara embun tersebut untuk melihat matahari naik perlahan lahan diufuk, hirup udara perlahan lahan dan lepaskan dengan santai, ahh diri kita penuh rahsia seperti alam dan jangan kita lupakan itu.
oh loppiess, di mana harus ku cari tenang itu sedangkan dudukku dalam belantara kesibukkan aku terlalu cemburu dengan masa yang berlalu yang tidak menoleh kebelakang yang tidak mahu lagi menungguku
sesungguhnya aku teramat rindu dengan senang santai tenang dan damai tika masa datang mencumbuiku membawa aku hanyut dalam gelombang penuh ketenangan
|