|
kemanusiaan yang pamit ketika sore berlalu
beberapa siri manusia hilang kemanusiaan datang setiap hari atau barangkali setiap saat. setiap detik atau setiap hun ada saja manusia kehilangan kemanusiaannya. kehilangan kemanusiaan bukan bagai hilang sebiji guli tetapi kehilangan kemanusiaan ialah kehilangan segala galanya. hilang kalbunya, hilang kasihnya, hilang warasnya, hilang pandangannya kalau bukan hilang matanya, hilang pendengarannya kalau bukan hilang telinganya, hilang cintanya, hilang tenangnya, hilang dambanya, hilang Tuhannya, hilang santai, hilang rehat, hilang kawan, hilang pegangan, hilang tujuan, hilang jalannya, hilang hilang hilang..........hilang dirinya! sama saja nirmala atau banduan abu gharib, pembonceng motor di pattani atau yakkob yang menajamkan buluh menjadi runcing di maluku. sama saja ceritanya pengantin baru di karbala atau si anak gadis comel di rafah. sama saja ! puisi rasa bisa hilangkah cinta dilidah atau dimata bisa hilangkah kasih dari tasik kalbu bisa hilangkah rasa dari timbangtara bisa padamkah sayang dari hati dari wujud diri ooh malam yang panjang nyala duka bersambung dari sirna cahaya gulita jalan tak tertahan sesat dalam kelam hilang lorong tak ketemu sesat dalam waktu ooh Tuhan, langitku berikan cinta udaraku berikan kasih tanahku berikan sayang buatku melangkah menongkah lelah. loppiess.kelanajaya
last modified May 23, 2004 at 10:22
|