home
login::signup
we::blog

kemanusiaan yang pamit ketika sore berlalu

beberapa siri manusia hilang kemanusiaan datang setiap hari atau barangkali setiap saat. setiap detik atau setiap hun ada saja manusia kehilangan kemanusiaannya. kehilangan kemanusiaan bukan bagai hilang sebiji guli tetapi kehilangan kemanusiaan ialah kehilangan segala galanya. hilang kalbunya, hilang kasihnya, hilang warasnya, hilang pandangannya kalau bukan hilang matanya, hilang pendengarannya kalau bukan hilang telinganya, hilang cintanya, hilang tenangnya, hilang dambanya, hilang Tuhannya, hilang santai, hilang rehat, hilang kawan, hilang pegangan, hilang tujuan, hilang jalannya, hilang hilang hilang..........hilang dirinya! 
 
sama saja nirmala atau banduan abu gharib, pembonceng motor di pattani atau yakkob yang menajamkan buluh menjadi runcing di maluku. sama saja ceritanya pengantin baru di karbala atau si anak gadis comel di rafah. sama saja ! 
 
puisi rasa 
 
bisa hilangkah cinta 
dilidah atau dimata 
bisa hilangkah kasih dari tasik kalbu 
bisa hilangkah rasa dari timbangtara 
bisa padamkah sayang dari hati 
dari wujud diri 
 
ooh malam yang panjang 
nyala duka bersambung dari sirna cahaya 
gulita jalan tak tertahan sesat dalam kelam 
hilang lorong tak ketemu sesat dalam waktu 
 
ooh Tuhan, 
langitku berikan cinta 
udaraku berikan kasih 
tanahku berikan sayang 
 
buatku melangkah 
menongkah lelah. 
 
loppiess.kelanajaya

last modified May 23, 2004 at 10:22



[ add a comment ]