|
oleng
oleng mudik kapal menyusur lereng riak menyetubuh ombak dan berahi gejolak gelora menanti gigi buritan dan corong asap menebar gerombol resah ke kolong awan oleng pautan duka terlepas bila dada laut terbuka luas untuk di redah badai tak usai tak terbelai tak terlerai dan waktu mungkir kepada janji pelaut oleng waktu derik rantai dan beban karat menebal di dinding malam di dinding iman rumah api telah hilang dimanakah haluan? oleng oleng oleng loppiess
last modified Jun 17, 2004 at 15:55
siti, tentulah cerita yg menyayat tentang tragedi..tenggelamnya kapal di riau, minta dicerita after euro 2004, pls.
rainbowboy, angin bertiup di tiap penjuru, rambutku mataku mulutku dan kalbuku
berselerak bersama debur ombak.
Selamat kembali..Dah jumpa manis kehidupan di laut..
Ini pengalaman aku waktu dilaut dulu..
Tengah malam..melayan kopi hangat sambil diserbu angin barat laut Selat Melaka..Subuhnya kami berkejar cari berlindung dari angin barat yang makin menggila..
loppiess, selamat kembali.
oleng, oleng membuatkan saya berasa seolah-olah berada di tengah lautan juga. saya selalu memuja keindahan laut yang tak bertepi tapi belum cukup kuat untuk melayarinya. mungkin kerana terkenangkan arwah makcik yang tewas di laut kerana tenggelamnya kapal di Riau...
|