|
ramadan yang hujan di tak bai
tak bai tak bai tak bai hujan jatuh satu satu seperti mimpi yang singkat ketika duduk untuk rakaat tarawih yang ke duabelas para guru yang duduk di mimbar telah berlalu terdahulu yang melafaz niat ramadan di dalam trak trak kemudian hilang tak bai tak bai tak bai ada kuatir melambai ada gelisah tertuai ada mahu tak tertunai ada gerombol binatang berkeliaran di hujung malam di tangan mereka ada kuasa dan senapang tak bai tak bai tak bai kasih ibu terlerai tangan suami dan para lelaki terusai maut mengintai dari balik tirai wahh...ramadan, nyawa naik kelangit dengan wangi wangian tertebar awan gemawan riuh dan langit menjadi mendung hujan kemudian luruh membasuh aspal yang merah tak bai tak bai tak bai aku menangis di sini tak henti henti pedih bagai aku juga terkena peluru air mata kemudian mengalir dan jatuh seperti ramadan yang hujan di tak bai tak bai tak bai tak bai luka ku tak kan usai.
last modified Oct 30, 2004 at 20:25
Aku waktu tu di tempat kursus bila berita rusuhan di Takbai aku dengar..Hati pedih maha sungguh..tragedi umat di bulan ramadhan!!! Darah mulia tertitis lagi di selatan thai..
Tak puas Thaksin utus derita dari Mesjid Kerisik..Tak Bai jadi medan seterusnya..orang yang menunggu pembebasan guru-guru agama mereka dilayan seumpama binatang haiwan tak punya rasa...
Paling pedih..Alsan kematian mereka..Kerana penat berpuasa!!!
Cukuplah..pembohongan dan kezaliman ini harus ada hentinya..Umat seagamaku harus ada yang membelanya..Yang berlegar di otakku sekarang..Siapa yang akan membela???
aduh loppiess! persinggahan singkatku di tak bai punya banyak kenangan mungkinkah ada yg terkorban itu pernah memberi sapaan yg ramah padaku mungkinkah ada yg terkorban itu hasil titik peluhnya bertukar tangan denganku...
hanya tuhan yg tahu kenapa semua itu harus berlaku tapi seperti katamu luka ku juga takkan usai...
|