home
login::signup
we::blog

DI SINI LOPPIESS

I must down to the seas again, to the lonely sea and the sky,  
And all I ask is a tall ship and a star to steer her by,  
And the wheel’s kick and the wind’s song, and the white sail’s shaking,  
And a grey mist on the sea’s face and a grey dawn breaking.  
Sea-Fever by John Masefield (1878 – 1967) 
 
 
email: 
zamlope@yahoo.com

last modified Mar 5, 2008 at 16:05


Monday, June 11, 2007

Terkenangkan Pramoedya Ananta Toer

menjadi orang tua beruban yang kurus dan rokoknya yang sabannya berasap mengingatkan kita pada wajah wajah terakhir seorang lelaki yang ruang hidupnya penuh dengan jeritan jeritan mohon kewajaran laku dan persekitaran buat marhaen yang hidup walang dan terkucil. Aku, pada satu hari yang lalu ketemu puisi lelaki ini, walaupun ia telah kembali kepada ruang sepi kuburnya namun kalamnya masih menconteng, mengetuk minda kita yang masih teroleng oleng ini. Beginilah puisi beliau itu.

Apa yang berharga dari puisiku

apa yang berharga dari puisiku
apa yang berharga dari puisiku
kalau adikku tak berangkat sekolah
karena belum membayar uang spp

apa yang berharga dari puisiku
kalau becak bapakku tiba-tiba
rusak jika nasi harus dibeli dengan uang
jika kami harus makan
dan jika yang dimakan tidak ada?

apa yang berharga dari puisiku
kalau bapak bertengkar dengan ibu
ibu menyalahkan bapak
padahal becak-becak terdesak oleh bis kota
kalau bis kota lebih murah siapa yang salah

apa yang berharga dari puisiku
kalau ibu dijeret utang
kalau tetangga dijiret uang?

apa yang berharga dari puisiku
kalau kami terdesak mendirikan rumah
di tanah pinggir-pinggir selokan
sementara harga tanah semakin mahal
kami tak mampu membeli
salah siapa kalau kami tak mampu beli tanah

apa yang berharga dari puisiku
kalau orang sakit mati di rumah
karena rumah sakit yang mahal?

apa yang berharga dari puisiku
yang kutulis makan waktu berbulan-bulan
apa yang bisa kuberikan
dalam kemiskinan
yang menjiret kami?

apa yang telah kuberikan
kalau penonton baca puisiku memberi keplokan
apa yang telah kuberikan
apa yang telah kuberikan

Wiji Thukul, Maret 1986

159441 | posted by loppiess at 17:49 | 2 comments