home
login::signup
we::blog

malam yg berikutnya

siang yg lelah tetap juga di pacu dalam gejolak persengketaan antara kemahuan dan kewajiban. Panas tidak lama setelah beberapa hari yg lalu menabir ruang dikiri kanan ku, panas kemudian pamit dan hujan yg rintik rintik mula turun setitik setitik bagai gadis sunti yg malu malu, dikolong langit, awan hitam yang sarat menampung tangis dan duka bagai perempuan yg akan melahirkan bila bila masa sahaja. dari setitik setitik kemudian hujan mula turun dua, tiga, empat dan lapan titik, kemudian ia menjadi seratus titik lalu pada sela jarum saat yang juga lelah bergerak, hujan turun bagai tidak mampu ditampung, berbondong menjadi riuk gegak gempita, sekelian rumput yg layu dan kuning berpesta ria riuhnya bersambung sambung diantara dahan pohon kayu, rumpai dan lumut, bunga bunga dan banir, urat dan sekian putik tumbuh tumbuhan menjerit bergegar wahhh musim hujan tiba lagi maka sekelian hidupan yg sekian waktunya menunggu, menunggu akhirnya sampai pada satu station pusingan hidup kembali bermula!!

last modified Feb 18, 2004 at 8:37



[ add a comment ]