• sitinesta
  • dijon
  • DIpojoktakBERKALER
  • Dbelanda
  • home
    login::signup
    we::blog

    tItIktIntA

    cebisan yang kian rabak 
    semakin sukar dicantum 
    apatah lagi menjadi satu

    last modified Nov 9, 2004 at 2:12


    Monday, September 5, 2005

    Mak...untk yang ke 31

    Mak,
    Thank You for the smile, the touch, the warmth and the love
    Thank you for everything
    Thank you for just being you

    Mak,
    I've just never had a chance to thank you enough
    to love you... a little bit more...
    to hug, kiss, cuddle...
    and touch your loving face....

    Mak,
    Thank you again
    Thank you forever
    Thank you for being my mother
    a wonderful mother
    Thank you for all the teachings
    thank you for the wisdom n courage
    thank you, thank you, thank you

    146874 | posted by pires at 19:34 | 1 comments

    Tuesday, April 26, 2005

    orang-orang

    bila di bumi orang
    rasa begitu dekat
    kerana orang-orangnya
    rasa begitu senang
    kerana orang-orangnya

    bila di tanah orang
    tidak terasa asing
    kerana orang-orangnya
    tidak rasa gelisah
    kerana orang-orangnya

    buat orang-orang
    yang penuh dengan rasa
    terima kasih secukupnya

    bagi tiga orang
    yang sangat asing
    yang dirasa
    hanya suka

    140903 | posted by pires at 22:58 | 1 comments

    Monday, April 25, 2005

    Bandung affair

    I had an affair
    just a brief one
    fleetingly
    yet it sticked
    in my memory like no others
    as it has touched me profoundly
    the sweetness of this 1 affair
    made me forget myself...for awhile
    I crave for more
    but I was constrained
    by the ticking clock
    who's always jealous
    this little affair with Bandung
    has made other tasteless
    branded me in a way...

    15/4/05 Kaisar Hotel, Jakarta Selatan 3a.m

    140834 | posted by pires at 20:44 | 0 comments

    Jalur TKI

    Tiba di Jakarta
    tergamit oleh 1 jalur
    Jalur halus
    Beza darjat dua manusia
    Jalur TKI
    Lorong Bawah Tanah
    penuh habuk, asap dan angkuh manusia
    Jalur TKI
    yang dibanjiri manusia pendatang
    yang asing di negara sendiri

    14/4/05 - Jakarta

    140831 | posted by pires at 20:18 | 0 comments

    Nilai satu Ambalat

    Ketika bapak bertanya
    bagaimana reaksi Malaysia
    aku diam sejenak
    sebelum menjawab
    'kurang...mungkin kurang peduli...
    atau banyak lagi cerita penting...'
    Bapak kelihatan hairan
    'Kami di sini sedia untuk berperang'
    Bapak terus dengan obor nasionalis
    walau dimulut terus mau kedamaian
    'kerana kita serumpun...kalau jatuh pasti ramai bersorak'
    tambah bapak yakin
    benar kata bapak...

    bagi aku yang kurang peduli
    apalah ambalat...
    kurnia tuhan yang patut dikongsi
    untuk semua
    bukan segolong manusia
    yang tak pasti hala tujunya
    hari-hariku
    masih dipenuhi berita
    anak didera
    si miskin yang tidak bersekolah
    dan perampok yang buta hati

    Aku pasti
    menang Ambalat
    belum tentu mengembalikan maruah mereka yang diperkosa
    atau dapat menyekolahkan mereka yang tidak mampu
    atau mengubah seseorang jadi manusia

    Dan ambalat tidak menjamin kedaulatan sesebuah negara

    *17 april 2005* Jayakarta Hotel*

    140830 | posted by pires at 20:16 | 0 comments

    Sunday, February 13, 2005

    hati kecil abah

    hati abah
    sudah jarang bersiul
    apatah lagi bernyanyi

    hati abah
    kian dimamah gundah
    keluh kesah dan gelisah

    hati abah
    mula rasa tawar
    maung, pahit dan kelat bercampur

    hati abah
    kian membisu
    tanpa suara

    hati abah
    terus diam
    memendam semua ceria

    136904 | posted by pires at 23:39 | 0 comments

    Wednesday, January 26, 2005

    i received this in an e-mail today...for all mothers in the world...for all the love that u've given and never asked back...

    Subject: keindahan tangan ibu

    ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya
    untuk shopping bersamanya kerana dia
    menginginkan sepasang kurung yg baru. Saya
    sebenarnya tidak suka pergi membeli belah
    bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah
    orang yang sabar, tetapi walaupun demikian
    kami
    pergi juga ke pusat membeli belah tersebut.

    Kami mengunjungi setiap butik yang
    menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya
    mencuba sehelai demi sehelai pakaian dan
    mengembalikan semuanya. Seiring hari yang
    berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas
    riak2
    kecewa di wajah ibu.

    Akhirnya pada butik terakhir yang kami
    kunjungi,
    ibu saya mencuba satu baju kurung yang
    cantik .
    Dan kerna ketidaksabaran saya, maka untuk
    kali
    ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu
    saya
    dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu
    mencuba pakaian tersebut, dan dengan susah
    mencuba untuk mengenakannya. Ternyata
    tangan-
    tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh
    penyakit
    radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat
    melakukannya, seketika ketidaksabaran saya
    digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam
    kepadanya. Saya berbalik pergi dan cuba
    menyembunyikan air mata yang keluar tanpa
    saya
    sedari. Setelah saya mendapatkan ketenangan
    lagi, saya kembali masuk ke fitting room untuk
    membantu ibu mengenakan pakaiannya.

    Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.
    Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian
    tersebut terukir dan tidak dapat kulupakan dari
    ingatan . Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya
    tetap saja kembali pada saat berada di dalam
    fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu
    saya yang sedang berusaha mengenakan
    pakaiannya. Kedua tangan yang penuh dengan
    kasih, yang pernah menyuapi, memandikan
    saya,
    memakaikan baju, membelai dan memeluk
    saya,
    dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya,
    sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya
    dengan cara yang paling berbekas dalam hati
    saya. Kemudian pada malam harinya saya
    pergi
    ke kamar ibu saya mengambil tangannya,
    lantas
    menciumnya ... dan yang membuatnya terkejut,
    saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua
    tangan tersebut adalah tangan yang paling
    indah
    di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa
    Tuhan
    telah membuat saya dapat melihat dengan
    sejelasnya, betapa bernilai dan berrharganya
    kasih sayang yang penuh pengorbanan dari
    seorang ibu.

    Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari
    kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki
    keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki
    banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang
    begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat
    menandingi keindahan tangan Ibu...

    With Love to All Mother
    " JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH
    CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR
    SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT
    MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA
    ".
    Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu.
    Dan lakukanlah yang terbaik untuknya...........

    135738 | posted by pires at 18:09 | 0 comments

    Friday, January 14, 2005

    tong kosong
    tong-tong kosong
    tong yang kosong

    penuhkan tong kosong
    atau tong-tong kosong
    dan semua tong yang kosong
    dengan ilmu

    jangan biar
    tong kosong
    tong-tong kosong
    tong yang kosong
    menjadi hiasan yang bukan-bukan

    134603 | posted by pires at 1:21 | 0 comments

    Tuesday, January 4, 2005

    streets of desire

    red roses bloomed
    in the midst of grey fog
    lights illuminated
    add colours to the smog
    desire crept on the street
    slowly, drunkenly without mercy
    it knows no enemy
    knows no boundary
    the streets of desire
    where love turns into fire
    where shame has no name
    all becomes flame

    133484 | posted by pires at 21:48 | 0 comments

    Sunday, January 2, 2005

    si tua banda acheh

    Mungkin ini bukan hariku
    Keluh si tua
    Mengusap jari halus yang kaku

    Bukankah di sore yang lalu
    Jari halus ini
    Yang mengelus kendur di pipiku
    Membilang kedut di dahi satu persatu
    Sambil bibir berlagu riang

    Bibir yang telah hilang mungilnya
    Yang dulu kemerah-merahan
    Kini diselaputi warna kemusnahan

    Ah…begitu sejuk anak ini
    Aku ingin terus mendakapmu
    Agar tiupan angin tidak mencucuk tulangmu
    Agar kau terus hangat

    Kenapa mereka suruh aku lepas?
    Mereka tidak faham
    Tangan ini yang menyambutmu
    Tangan ini yang memandikanmu
    Dan tangan ini yang memujuk bila kau rajuk
    Bagaimana harus ku lepas
    Keluh si tua….

    Si tua terus duduk memangku si kecil
    Tak dihirau lalat yang singgah
    Atau manusia yang memunggah
    Dia hanya mahu terus duduk dengan si kecil
    Membilang hari
    Dan mengintai kenangan

    Mimpi ngeri 1 tsunami

    Bangkit dari tidur yang panjang
    terpempan dek mimpi ngeri 1tsunami
    tumpahan airmata tak tertahan
    tangan hangat membujur kaku
    hari tak seindah dulu
    tsunami tiba
    di tengah rumpun ceria
    tinggal benih bencana
    si kecil berlagu sedih mencari ibu
    si tua menghayun kudrat mencari anak
    hilang kasih pergi sayang
    dek tsunami
    1 mimpi ngeri

    (tsunami-26122004)

    133232 | posted by pires at 22:56 | 0 comments

    Tuesday, December 14, 2004

    satu
    pohon rimbun
    di tengah
    satu
    gurun

    satu
    lelaki berdiri
    di atas
    satu
    dimensi

    dua
    pohon dan lelaki
    berkongsi
    satu
    cerita

    dua
    cerita
    berbeza dengan
    satu
    penghujung

    131192 | posted by pires at 1:41 | 0 comments

    Thursday, November 25, 2004

    How can one be happy and unhappy at the same time…it’s like taking a ride in a roller coaster. I don’t know what to expect of my feeling. ( And I’m too weak at heart to even ride one). A scene between two friends in a Cantonese serial and I turned mushy. And all daylong I’m depressed enough that I don’t feel like working today. It must be it. After few weeks, depression finally got the better of me....

    129151 | posted by pires at 1:24 | 0 comments

    Tuesday, November 23, 2004

    ini jalan yang tiada hujung
    tak tau apa di hadapan
    kian kelam diselubungi kesuraman hati
    kaki yang melangkah kian lemah
    tak terdaya untuk terus merentasi arus hidup
    tangan yang begitu lama cuba untuk berpaut
    longlai dan lesu
    hanya mampu melambai untuk sesuatu yang tak pasti
    diri begitu terbeban oleh ranjau hidup yang kurang kemanusiaan
    lantas dibiarkan usang

    128981 | posted by pires at 17:32 | 0 comments

    Tuesday, November 9, 2004

    dear mother,
    i remember my last letter was when i was in asrama years ago, as it's the only tool for communicating...and after so many years i felt like writing to you...wherever you are...

    mother,
    this will be the second raya we won't be celebrating together...
    how time flew...I know when ramadhan bids farewell, and syawal shows its brilliant smile...i'll be reminded of you...the sound of your footsteps at the back of our kitchen...the sound of lesung accompanying our sleep...and you will call out each of our names to make sure that we woke up to the festive spirit...

    mother,
    we have repaint the house...it really looks nicer...abah also helped us...until his knees are shaking...yes...it's the same abah who used to laze around until you're out of words...the same abah who always forget what to buy some of the things that you wanted...

    mother,
    this ramadhan, as usual abah will berbuka at masjid...and adik will have to berbuka alone...sometimes with mamat...so there's no more sumptuous meal for everybody like it used to be...just enough for the three of them...how everybody missed your mi bandung, mi rebus, kuih talam...but adik's cooking is getting better and sometimes there's a hint of your touch in all her cookings...such a blessing...

    mother,
    raya will fall on NOv 14, and i feel nothing...i know everybody feel the same...yet we'll try to celebrate it the way we can...for the sake of abah and all of your cucu...we will visit you on the 1st syawal...

    mother,
    as my heart bleeds at the thought you, i try my very best to live my life the way you have always dream of...even though syawal no longer shines...i'll brave it for the sake of everybody

    127684 | posted by pires at 2:00 | 0 comments

    Sunday, October 24, 2004

    sometimes
    the world is crowded with dark patterns
    that we wanted to blend into

    sometimes the world is like a canvas
    painted with beautiful colours
    that we are so scared we might not fit in

    sometimes
    the world is filled with thyphoons
    that would consume us alive
    and we are petrified

    sometimes
    the world is like a beautiful melody
    that lulled us to sleep
    never to wake up

    125707 | posted by pires at 20:29 | 0 comments

    Tuesday, October 19, 2004

    depress...a word that has been plaguing my mind...i read prozac nation and catcher in the rye back and forth just to have a glimpse in the depressed world...i'm may be it...or not... i have this bouncy feeling lately..of hate,contempt, love, like...it's really a wonder how our emotion works...you can't simply control them...one morning u wake up and u feel that the world is against u...the next day u'll float...this past few days my mind was really in a different mode...i just couldn't feel...i'm at work...but my mind gone blank...whatever remarks people made went straight to the bin...i look through people...no longer seeing them...and the funny thing is...i saw this very person this morning...and it gave me a pleasant feeling...and i don't even know this person...our path crosses...we take different route everyday...i met this person several times...by chance...and this person didn't even aware of my existence... and yet i had this feeling of wonder and the day seems brighter...how could i easily detest most of my workplace community who i've known for more than two years, and yet this unknown person makes it easy for me to even think of the word like...i know i won't be a lizzie...it's just that i couldn't attune my emotions according to me...and i wonder...

    125164 | posted by pires at 21:35 | 0 comments

    Thursday, August 26, 2004

    dearest of mine

    i thought the pain has long gone
    coming 31st,
    yet I feel it all over
    mak...i miss u...more than i could ever endure
    i can't stop the tears...as much as i want to
    i try to wash away the pain...yet i can't
    i couldn't think of celebrating 31st without you
    our day mak...
    they say i'm lucky as we were born on the same date
    but i don't feel lucky
    how could i
    when u're no longer here
    i could not smile the same smile
    when u're no longer here to smile at me
    i could not laugh the sweetest laugh
    as u're not here to share it with me
    Mak,
    It's been nearly a year
    since i last kiss your forehead, your face and touch your cold hands
    I could never look forward to another August 31,
    for the last i remembered
    we were together celebrating
    how precious...mom and daughter...together
    i wish that to be forever
    Mak,
    i know u're happier now,
    i know u want me to be happy
    i am and i will
    but a part of me will always be empty
    for u take it with me when u're gone...

    118432 | posted by pires at 1:54 | 1 comments

    30 yang sunyi

    31 ogos ini
    adalah ke 30 yang sunyi
    tidak seperti yang lepas
    tawa, gurau disulami girang
    31 ogos ini
    adalah hari yang paling sunyi
    tumpahan airmata diselaputi sendu
    berselimutkan gundah
    31 ogos ini yang begitu sunyi
    sungguh membencikan
    kerna hanya tinggal aku dan kenangan

    118429 | posted by pires at 1:34 | 0 comments

    abang

    mungkin ibu tidak ditakdirkan
    bertemu anak ibu
    satu-satunya lelaki
    dalam keluarga tiga perempuan
    airmata ibu
    jatuh tika abang melangkah ke sekolah
    menitik ketika abang ke pengajian tinggi
    hati ibu berat
    tika abang membawa hasrat
    merantau ke tempat asing
    yang budayanya jauh berbeza
    airmata ibu
    jatuh lagi
    tika abang berhasrat untuk terus di sana dan berkeluarga
    tiada lagi ciuman di dahi
    salam di pagi raya
    namun ibu titipkan rendang kegemaran
    di setiap raya
    15 tahun bercerita melalui surat
    abang tidak lagi menjejak kaki di sini
    rindu ibu diangin lalu
    abang kian membisu
    dan di pertengahan julai lalu
    ibu benar-benar terkedu
    surat yang lama ditunggu
    akhirnya tiba
    namun suaranya berbeza
    bukan lagi suara abang kesayangan
    suara anak gadis 14 tahun bernama keyalani
    dengan bunyi begitu asing
    janggal ditelinga ibu
    keyalani bernyanyi nada sedih nada gundah
    keyalani si sunti
    cucu ibu yang tak pernah dikenali
    membawa cerita dari amerika
    cerita abang yang telah tiada
    diragut kemalangan ngeri
    airmata ibu menitik lagi
    di mana kubur anakku
    ibu tak dapat menahan duka
    kalau2 abang terleka masa hayatnya
    takut abang lupa
    diri dan agama
    hati ibu hancur
    airmata sudah hampir kering
    kerna abang hilang selamanya...

    *kisah teman yg kehilangan abang kesayangan

    118427 | posted by pires at 1:28 | 0 comments

    Monday, August 23, 2004

    the idiot

    he walks through shame
    he saunters among mortification
    he stumbles on bushes of humiliation

    he threads the path
    leered by everyone
    jeered by all

    117975 | posted by pires at 1:33 | 1 comments

    Monday, August 9, 2004

    stesen sentral

    di sebuah stesen sentral
    seorang perempuan tua
    seorang guard

    di sebuah stesen sentral
    seorang perempuan tua sarat dengan bag berat
    seorang guard hanya berdiri tercegat

    di sebuah stesen sentral
    seorang perempuan tua melirik meraih simpati
    seorang guard tidak peduli

    di sebuah stesen sentral
    seorang perempuan tua terduduk kepenatan
    seorang guard tersenyum melayan perasaan

    di sebuah stesen sentral
    yang membujur kaku
    tanpa rasa dan nyawa
    penuh bangkai tak berjiwa

    116416 | posted by pires at 22:35 | 0 comments

    Tuesday, August 3, 2004

    gen...don

    awww,awwww
    gendon berbunyi lagi
    unggg...unggg
    nyanyi gendon disambut salak anjing
    waduh...meriah sungguh malam ini
    pesta gendon dan anjing
    saling berbalas pantun
    saling bertukar melodi
    upss...
    jangan salahkan gendon
    kalau bunyinya memekak
    gendon hanya kucing betina yang cuba melampiaskan nafsu
    dunia gendon adalah dinding putih
    gendon hanya kenal si kaka dan 3 dara
    dia tak tau apa2
    cuma bila nafsunya menggila
    terimalah dengan redha

    115798 | posted by pires at 22:55 | 1 comments

    suara

    suara itu
    mengusik lena
    menggugah mimpi yang baru bertapak
    itula suara
    si gendon yang menggila
    bila bulan penuh
    bila serakah berkuasa
    suara itulah
    gendon yang bernyanyi
    lagu sepi
    memecah sunyi
    oh! suara dari mulut seekor gendon
    hilanglah....pulangkan lenaku
    pulangkan mimipiku
    pulangkan

    115797 | posted by pires at 22:48 | 0 comments

    Tuesday, July 27, 2004

    akulah manusia itu
    yang masih mencari
    sinar di dalam kegelapan yang kian kabut
    aku yang berdiri
    di tengah-tengah ribut gelisah
    tersepit di celah taufan gundah

    akulah manusia itu
    yang cuba lari daripada badai resah
    terkedu oleh kilat dusta yang sabung menyabung
    terpempan oleh rasa amarah yang kian bara
    aku yang mencari
    jejak yang kian hilang
    tak terkejar

    114857 | posted by pires at 21:54 | 0 comments

    hari sekumpulan gagak

    hari ini.
    hari yang sekumpulan gagak tewas
    di hujung senapang
    manusia dbkl

    hari ini,
    hari yang sekumpulan gagak rebah
    di pesisiran pasar seni
    di tengah sungai kelang

    hari ini,
    hari yang sekumpulan gagak terkorban
    kerana manusia dbkl
    ambil mudah selesai masalah
    sungai yang kotor usah dibersih
    sampah sarap biar melarat
    si gagak perosak kuala lumpur
    sisa gagak mengotor
    bunyi gagak memekak
    si gagak harus ditembak
    jadi kl kembali aman
    jalan raya, tempat letak kereta dan kereta
    akan bersih
    yang lain bukan masalah

    hari ini
    hari yang gagak tumpas
    hanya kerna dia gagak
    hanya kerna dia bersuara
    dan membuang sisa

    (sempena pembunuhan gagak beramai2 di kwsn pasar seni, 26 julai 2004)

    114811 | posted by pires at 19:24 | 0 comments

    Friday, July 23, 2004

    ini tempat aku marah. tempat aku meluah segala kebencian yang kian meruap. semakin hari semakin menggelegak.tiba masa dan ketika aku pasti meletup. hari ini bertambah lagi musuh. manusia yang tidak sepatutnya hidup, bermaharajalela, berbuat sesuka hati.aku akan pastikan mereka mendapat pembalasan.mereka akan rasa.

    114320 | posted by pires at 2:46 | 0 comments

    Friday, July 16, 2004

    selepas beberapa tahun di alam pekerjaan, akhirnya aku tewas sekali lagi. mungkin tempat ini bukanlah hentian terakhir. mungkin aku harus menyambung perjalananku menempuh hari tua di destinasi lain, yang mungkin kurang indah. yang rumputnya mungkin telah kering dan udaranya telah lama bercampur asap. keberangan di pagi hari bersalut kebencian yang mungkin akan menimbulkan titis dendam. penat lelah, malam yang tak lena dan kelesuan badan terbazir sia-sia bak sampah sarap di sungai kelang. Dunia kerjaku adalah perkataan dan tulisan, seharian aku bergelumang dengan kertas dan buku-buku tanpa menjeling waktu.sememangnya sia-sia. mungkin aku bukan pekerja terhebat, tapi aku gigih menjalankan tugas, agar tidak dikejar di akhirat. aku benar-benar penat. aku bukan balaci untuk disuruh atau dikata sesuka hati.

    113406 | posted by pires at 1:23 | 1 comments

    Wednesday, July 14, 2004

    the saddest thing about being sad is
    nobody knows
    and you keep it at the bottom of your heart
    until you can't stand it anymore...
    what made it more painful
    the world is oblivious to your pain
    u're not worth anybody's cent
    u'll just wish that
    u wither or dry or becomes ashes
    so u won't leave any traces

    113222 | posted by pires at 21:37 | 0 comments

    Friday, July 2, 2004

    the wonder of football

    the kicks of being kicked
    is when u get to laugh at others
    without having to watch ur back

    when u think the ball is rolling your way
    you started panicking and netted your own net

    when the clock is ticking
    and u thought u're winning
    a stupid tackle and a blunder minute later
    u're trailing 1 - 2

    u played like u're the best on earth
    fielded the best player around
    figuring the penalty line up
    with 15 seconds left
    and the siver goal ruled...

    sometimes u're the hot favourite
    at times u're condemned to the bottom of the hell
    and most of the times u're just a player
    whose colours of the day is determined by a ball with a roteiro design...

    111976 | posted by pires at 5:11 | 0 comments

    Sunday, June 27, 2004

    the cipan aka AS

    kata orang
    kalau bekerja
    tengok dulu tempatnya
    orang-orang di dalamnya
    yang paling penting bosnya

    ada macam ragam
    aneka rupa
    pelbagai gaya

    rasa seram
    bila bos buaya
    semua mahu disebat

    lebih ngeri
    bos cipan
    gelabah tak tentu hala
    semua orang terkena bala

    bila macam ini
    cuma ada satu cara
    apalagi
    cak li but le..

    111521 | posted by pires at 22:53 | 0 comments