|
tItIktIntA
cebisan yang kian rabak semakin sukar dicantum apatah lagi menjadi satu
last modified Nov 9, 2004 at 2:12
Mak, Thank You for the smile, the touch, the warmth and the love Thank you for everything Thank you for just being you
Mak, I've just never had a chance to thank you enough to love you... a little bit more... to hug, kiss, cuddle... and touch your loving face....
Mak, Thank you again Thank you forever Thank you for being my mother a wonderful mother Thank you for all the teachings thank you for the wisdom n courage thank you, thank you, thank you
bila di bumi orang rasa begitu dekat kerana orang-orangnya rasa begitu senang kerana orang-orangnya
bila di tanah orang tidak terasa asing kerana orang-orangnya tidak rasa gelisah kerana orang-orangnya
buat orang-orang yang penuh dengan rasa terima kasih secukupnya
bagi tiga orang yang sangat asing yang dirasa hanya suka
I had an affair just a brief one fleetingly yet it sticked in my memory like no others as it has touched me profoundly the sweetness of this 1 affair made me forget myself...for awhile I crave for more but I was constrained by the ticking clock who's always jealous this little affair with Bandung has made other tasteless branded me in a way...
15/4/05 Kaisar Hotel, Jakarta Selatan 3a.m
Tiba di Jakarta tergamit oleh 1 jalur Jalur halus Beza darjat dua manusia Jalur TKI Lorong Bawah Tanah penuh habuk, asap dan angkuh manusia Jalur TKI yang dibanjiri manusia pendatang yang asing di negara sendiri
14/4/05 - Jakarta
Ketika bapak bertanya bagaimana reaksi Malaysia aku diam sejenak sebelum menjawab 'kurang...mungkin kurang peduli... atau banyak lagi cerita penting...' Bapak kelihatan hairan 'Kami di sini sedia untuk berperang' Bapak terus dengan obor nasionalis walau dimulut terus mau kedamaian 'kerana kita serumpun...kalau jatuh pasti ramai bersorak' tambah bapak yakin benar kata bapak...
bagi aku yang kurang peduli apalah ambalat... kurnia tuhan yang patut dikongsi untuk semua bukan segolong manusia yang tak pasti hala tujunya hari-hariku masih dipenuhi berita anak didera si miskin yang tidak bersekolah dan perampok yang buta hati
Aku pasti menang Ambalat belum tentu mengembalikan maruah mereka yang diperkosa atau dapat menyekolahkan mereka yang tidak mampu atau mengubah seseorang jadi manusia
Dan ambalat tidak menjamin kedaulatan sesebuah negara
*17 april 2005* Jayakarta Hotel*
hati abah sudah jarang bersiul apatah lagi bernyanyi
hati abah kian dimamah gundah keluh kesah dan gelisah
hati abah mula rasa tawar maung, pahit dan kelat bercampur
hati abah kian membisu tanpa suara
hati abah terus diam memendam semua ceria
i received this in an e-mail today...for all mothers in the world...for all the love that u've given and never asked back...
Subject: keindahan tangan ibu
ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya untuk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang kurung yg baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi membeli belah bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat membeli belah tersebut.
Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya mencuba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas riak2 kecewa di wajah ibu.
Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencuba satu baju kurung yang cantik . Dan kerna ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencuba pakaian tersebut, dan dengan susah mencuba untuk mengenakannya. Ternyata tangan- tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan cuba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sedari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakaiannya.
Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat kulupakan dari ingatan . Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya. Kemudian pada malam harinya saya pergi ke kamar ibu saya mengambil tangannya, lantas menciumnya ... dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan sejelasnya, betapa bernilai dan berrharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...
With Love to All Mother " JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA ". Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya...........
tong kosong tong-tong kosong tong yang kosong
penuhkan tong kosong atau tong-tong kosong dan semua tong yang kosong dengan ilmu
jangan biar tong kosong tong-tong kosong tong yang kosong menjadi hiasan yang bukan-bukan
red roses bloomed in the midst of grey fog lights illuminated add colours to the smog desire crept on the street slowly, drunkenly without mercy it knows no enemy knows no boundary the streets of desire where love turns into fire where shame has no name all becomes flame
Mungkin ini bukan hariku Keluh si tua Mengusap jari halus yang kaku
Bukankah di sore yang lalu Jari halus ini Yang mengelus kendur di pipiku Membilang kedut di dahi satu persatu Sambil bibir berlagu riang Bibir yang telah hilang mungilnya Yang dulu kemerah-merahan Kini diselaputi warna kemusnahan
Ah…begitu sejuk anak ini Aku ingin terus mendakapmu Agar tiupan angin tidak mencucuk tulangmu Agar kau terus hangat Kenapa mereka suruh aku lepas? Mereka tidak faham Tangan ini yang menyambutmu Tangan ini yang memandikanmu Dan tangan ini yang memujuk bila kau rajuk Bagaimana harus ku lepasKeluh si tua….
Si tua terus duduk memangku si kecil Tak dihirau lalat yang singgah Atau manusia yang memunggah Dia hanya mahu terus duduk dengan si kecil Membilang hari Dan mengintai kenangan
Mimpi ngeri 1 tsunami
Bangkit dari tidur yang panjang terpempan dek mimpi ngeri 1tsunami tumpahan airmata tak tertahan tangan hangat membujur kaku hari tak seindah dulu tsunami tiba di tengah rumpun ceria tinggal benih bencana si kecil berlagu sedih mencari ibu si tua menghayun kudrat mencari anak hilang kasih pergi sayang dek tsunami 1 mimpi ngeri
(tsunami-26122004)
satu pohon rimbun di tengah satu gurun
satu lelaki berdiri di atas satu dimensi
dua pohon dan lelaki berkongsi satu cerita
dua cerita berbeza dengan satu penghujung
How can one be happy and unhappy at the same time…it’s like taking a ride in a roller coaster. I don’t know what to expect of my feeling. ( And I’m too weak at heart to even ride one). A scene between two friends in a Cantonese serial and I turned mushy. And all daylong I’m depressed enough that I don’t feel like working today. It must be it. After few weeks, depression finally got the better of me....
ini jalan yang tiada hujung tak tau apa di hadapan kian kelam diselubungi kesuraman hati kaki yang melangkah kian lemah tak terdaya untuk terus merentasi arus hidup tangan yang begitu lama cuba untuk berpaut longlai dan lesu hanya mampu melambai untuk sesuatu yang tak pasti diri begitu terbeban oleh ranjau hidup yang kurang kemanusiaan lantas dibiarkan usang
dear mother, i remember my last letter was when i was in asrama years ago, as it's the only tool for communicating...and after so many years i felt like writing to you...wherever you are...
mother, this will be the second raya we won't be celebrating together... how time flew...I know when ramadhan bids farewell, and syawal shows its brilliant smile...i'll be reminded of you...the sound of your footsteps at the back of our kitchen...the sound of lesung accompanying our sleep...and you will call out each of our names to make sure that we woke up to the festive spirit...
mother, we have repaint the house...it really looks nicer...abah also helped us...until his knees are shaking...yes...it's the same abah who used to laze around until you're out of words...the same abah who always forget what to buy some of the things that you wanted...
mother, this ramadhan, as usual abah will berbuka at masjid...and adik will have to berbuka alone...sometimes with mamat...so there's no more sumptuous meal for everybody like it used to be...just enough for the three of them...how everybody missed your mi bandung, mi rebus, kuih talam...but adik's cooking is getting better and sometimes there's a hint of your touch in all her cookings...such a blessing...
mother, raya will fall on NOv 14, and i feel nothing...i know everybody feel the same...yet we'll try to celebrate it the way we can...for the sake of abah and all of your cucu...we will visit you on the 1st syawal...
mother, as my heart bleeds at the thought you, i try my very best to live my life the way you have always dream of...even though syawal no longer shines...i'll brave it for the sake of everybody
sometimes the world is crowded with dark patterns that we wanted to blend into
sometimes the world is like a canvas painted with beautiful colours that we are so scared we might not fit in
sometimes the world is filled with thyphoons that would consume us alive and we are petrified
sometimes the world is like a beautiful melody that lulled us to sleep never to wake up
depress...a word that has been plaguing my mind...i read prozac nation and catcher in the rye back and forth just to have a glimpse in the depressed world...i'm may be it...or not... i have this bouncy feeling lately..of hate,contempt, love, like...it's really a wonder how our emotion works...you can't simply control them...one morning u wake up and u feel that the world is against u...the next day u'll float...this past few days my mind was really in a different mode...i just couldn't feel...i'm at work...but my mind gone blank...whatever remarks people made went straight to the bin...i look through people...no longer seeing them...and the funny thing is...i saw this very person this morning...and it gave me a pleasant feeling...and i don't even know this person...our path crosses...we take different route everyday...i met this person several times...by chance...and this person didn't even aware of my existence... and yet i had this feeling of wonder and the day seems brighter...how could i easily detest most of my workplace community who i've known for more than two years, and yet this unknown person makes it easy for me to even think of the word like...i know i won't be a lizzie...it's just that i couldn't attune my emotions according to me...and i wonder...
i thought the pain has long gone coming 31st, yet I feel it all over mak...i miss u...more than i could ever endure i can't stop the tears...as much as i want to i try to wash away the pain...yet i can't i couldn't think of celebrating 31st without you our day mak... they say i'm lucky as we were born on the same date but i don't feel lucky how could i when u're no longer here i could not smile the same smile when u're no longer here to smile at me i could not laugh the sweetest laugh as u're not here to share it with me Mak, It's been nearly a year since i last kiss your forehead, your face and touch your cold hands I could never look forward to another August 31, for the last i remembered we were together celebrating how precious...mom and daughter...together i wish that to be forever Mak, i know u're happier now, i know u want me to be happy i am and i will but a part of me will always be empty for u take it with me when u're gone...
31 ogos ini adalah ke 30 yang sunyi tidak seperti yang lepas tawa, gurau disulami girang 31 ogos ini adalah hari yang paling sunyi tumpahan airmata diselaputi sendu berselimutkan gundah 31 ogos ini yang begitu sunyi sungguh membencikan kerna hanya tinggal aku dan kenangan
mungkin ibu tidak ditakdirkan bertemu anak ibu satu-satunya lelaki dalam keluarga tiga perempuan airmata ibu jatuh tika abang melangkah ke sekolah menitik ketika abang ke pengajian tinggi hati ibu berat tika abang membawa hasrat merantau ke tempat asing yang budayanya jauh berbeza airmata ibu jatuh lagi tika abang berhasrat untuk terus di sana dan berkeluarga tiada lagi ciuman di dahi salam di pagi raya namun ibu titipkan rendang kegemaran di setiap raya 15 tahun bercerita melalui surat abang tidak lagi menjejak kaki di sini rindu ibu diangin lalu abang kian membisu dan di pertengahan julai lalu ibu benar-benar terkedu surat yang lama ditunggu akhirnya tiba namun suaranya berbeza bukan lagi suara abang kesayangan suara anak gadis 14 tahun bernama keyalani dengan bunyi begitu asing janggal ditelinga ibu keyalani bernyanyi nada sedih nada gundah keyalani si sunti cucu ibu yang tak pernah dikenali membawa cerita dari amerika cerita abang yang telah tiada diragut kemalangan ngeri airmata ibu menitik lagi di mana kubur anakku ibu tak dapat menahan duka kalau2 abang terleka masa hayatnya takut abang lupa diri dan agama hati ibu hancur airmata sudah hampir kering kerna abang hilang selamanya...
*kisah teman yg kehilangan abang kesayangan
he walks through shame he saunters among mortification he stumbles on bushes of humiliation
he threads the path leered by everyone jeered by all
di sebuah stesen sentral seorang perempuan tua seorang guard
di sebuah stesen sentral seorang perempuan tua sarat dengan bag berat seorang guard hanya berdiri tercegat
di sebuah stesen sentral seorang perempuan tua melirik meraih simpati seorang guard tidak peduli
di sebuah stesen sentral seorang perempuan tua terduduk kepenatan seorang guard tersenyum melayan perasaan
di sebuah stesen sentral yang membujur kaku tanpa rasa dan nyawa penuh bangkai tak berjiwa
awww,awwww gendon berbunyi lagi unggg...unggg nyanyi gendon disambut salak anjing waduh...meriah sungguh malam ini pesta gendon dan anjing saling berbalas pantun saling bertukar melodi upss... jangan salahkan gendon kalau bunyinya memekak gendon hanya kucing betina yang cuba melampiaskan nafsu dunia gendon adalah dinding putih gendon hanya kenal si kaka dan 3 dara dia tak tau apa2 cuma bila nafsunya menggila terimalah dengan redha
suara itu mengusik lena menggugah mimpi yang baru bertapak itula suara si gendon yang menggila bila bulan penuh bila serakah berkuasa suara itulah gendon yang bernyanyi lagu sepi memecah sunyi oh! suara dari mulut seekor gendon hilanglah....pulangkan lenaku pulangkan mimipiku pulangkan
akulah manusia itu yang masih mencari sinar di dalam kegelapan yang kian kabut aku yang berdiri di tengah-tengah ribut gelisah tersepit di celah taufan gundah
akulah manusia itu yang cuba lari daripada badai resah terkedu oleh kilat dusta yang sabung menyabung terpempan oleh rasa amarah yang kian bara aku yang mencari jejak yang kian hilang tak terkejar
hari ini. hari yang sekumpulan gagak tewas di hujung senapang manusia dbkl
hari ini, hari yang sekumpulan gagak rebah di pesisiran pasar seni di tengah sungai kelang
hari ini, hari yang sekumpulan gagak terkorban kerana manusia dbkl ambil mudah selesai masalah sungai yang kotor usah dibersih sampah sarap biar melarat si gagak perosak kuala lumpur sisa gagak mengotor bunyi gagak memekak si gagak harus ditembak jadi kl kembali aman jalan raya, tempat letak kereta dan kereta akan bersih yang lain bukan masalah
hari ini hari yang gagak tumpas hanya kerna dia gagak hanya kerna dia bersuara dan membuang sisa
(sempena pembunuhan gagak beramai2 di kwsn pasar seni, 26 julai 2004)
ini tempat aku marah. tempat aku meluah segala kebencian yang kian meruap. semakin hari semakin menggelegak.tiba masa dan ketika aku pasti meletup. hari ini bertambah lagi musuh. manusia yang tidak sepatutnya hidup, bermaharajalela, berbuat sesuka hati.aku akan pastikan mereka mendapat pembalasan.mereka akan rasa.
selepas beberapa tahun di alam pekerjaan, akhirnya aku tewas sekali lagi. mungkin tempat ini bukanlah hentian terakhir. mungkin aku harus menyambung perjalananku menempuh hari tua di destinasi lain, yang mungkin kurang indah. yang rumputnya mungkin telah kering dan udaranya telah lama bercampur asap. keberangan di pagi hari bersalut kebencian yang mungkin akan menimbulkan titis dendam. penat lelah, malam yang tak lena dan kelesuan badan terbazir sia-sia bak sampah sarap di sungai kelang. Dunia kerjaku adalah perkataan dan tulisan, seharian aku bergelumang dengan kertas dan buku-buku tanpa menjeling waktu.sememangnya sia-sia. mungkin aku bukan pekerja terhebat, tapi aku gigih menjalankan tugas, agar tidak dikejar di akhirat. aku benar-benar penat. aku bukan balaci untuk disuruh atau dikata sesuka hati.
the saddest thing about being sad is nobody knows and you keep it at the bottom of your heart until you can't stand it anymore... what made it more painful the world is oblivious to your pain u're not worth anybody's cent u'll just wish that u wither or dry or becomes ashes so u won't leave any traces
the kicks of being kicked is when u get to laugh at others without having to watch ur back
when u think the ball is rolling your way you started panicking and netted your own net
when the clock is ticking and u thought u're winning a stupid tackle and a blunder minute later u're trailing 1 - 2
u played like u're the best on earth fielded the best player around figuring the penalty line up with 15 seconds left and the siver goal ruled...
sometimes u're the hot favourite at times u're condemned to the bottom of the hell and most of the times u're just a player whose colours of the day is determined by a ball with a roteiro design...
kata orang kalau bekerja tengok dulu tempatnya orang-orang di dalamnya yang paling penting bosnya
ada macam ragam aneka rupa pelbagai gaya
rasa seram bila bos buaya semua mahu disebat
lebih ngeri bos cipan gelabah tak tentu hala semua orang terkena bala
bila macam ini cuma ada satu cara apalagi cak li but le..
|