|
dot dot dot
... Air mata yang berderai/Siapa yang menghapuskan Hati kering dan gersang/Siapa yang meneduhkan ... Tiada lagi ku dengar kidungmu Tiada lagi derai tawamu/Hanya kesepian Yang kian mencengkam/Jiwaku Malam-malam dingin membeku/Hari-hari kian kelabu Dalam doa kudus/Ku sebut nama mu Cinta ku/Oh sayang Damailah/Kau di sana/Di sisi Tuhan yang Esa ... menangis suatu yg mudah ? di kala terlalu gembira buleh mengalir airmata di kala terlalu berduka buleh mengalir airmata dihimpit pilu dan syahdu akan berairlah mata ditoreh dan ditiris hati dan perasaan akan bergenanglah airmata melihat orang kehilangan segala2nya akan sebak dada dan mengalirlah air mata melihat anak2 hilang ibubapa akan mengalirlah air mata melihat anak2 susah payah untuk kesekolah walaupun keluarga tidak berkemampuan menyediakan keperluan pun akan membasahkan kelopak mata menangis, menangis, menangislah ... tak tau lah kalau hati dah keras. bagai batu. keras membisu. yg tak bisa terkesan dan tersentuh dengan apa yg terjadi di sekeliling. cuba bayangkan pulak bila kita ditinggalkan sendiri ketika semua orang telah pergi menyambung kehidupan sehari2 ditinggalkan sendiri di tempat semadi tanpa baju hebat fesyen terkini tanpa kereta mewah berkuasa tinggi tanpa keluarga yg disayangi tak berbelahbagi betapa pilu hati betapa syahdu rasa diri betapa kesunyian nya kita sendiri ooohhhhhhhhhhhh menangis lah menangis lah menangis lahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh tiada lagi tempat mengadu tiada lagi tempat bermanja tiada lagi teman bertengkar tiada lagi teman berbicara bertemankan ulat dan cacing bertemankan tanah dan batu berselimutkan kain empat helai menangislah di sini kerana di sana tiada untungnya lagi walau menangis berbaldi2 menangislah disini mengenang salah laku diri yg masih tak mengenang budi harta dan keluarga yg diberi dirasakan kepunyaan kekal abadi menangislah disini malu pada diri sendiri dan malu pada Ilahi
last modified Jan 17, 2005 at 20:59
|