|
Lolong ..... utk seorang tikus di perantauan.
[layan] ABDUL GAFAR ABDULLAH Jembatan batu di sebelahku diam / Pancuran bambu kecil memercikkan air Menghempas di atas batu hitam / Merintih menikam sepi pagi Pucuk-pucuk cemara / Bergoyang-goyang / Diterpa angin dingin bukit ini Seperti mengisyaratkan doa / Rahasia alam diam di sekitarnya Di sini pun aku mencari Engkau / Setiap kali ku panggili namaMu Namun selalu saja / Hanya gema suaraku / Yang terdengar rindu Gadis manis duduk di sebelahku / Menyematkan kembang di saku bajuku Dan bercerita tentang sepasang burung / Yang bercumbu di atas dahan Tetapi sepi tetap bergayut di dada Selalu ku teriakkan kata "Di mana?" Tetapi rindu tetap bergayut di dada Selalu ku teriakkan kata "Di mana?" Ketika pulang aku turun ke kali / Dan berkaca di atas air kulihat wajahku letih dan tua / Tapi aku berusaha tertawa Anggap hidup hanya sandiwara / Yang kan berakhir segera. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ hidup ini kadang2 cepat berlari hingga tak sempat mengungkap kata2 dan bagai tiada masa merenung diri lemas dalam larian tikus.
last modified Aug 18, 2005 at 18:19
ohh.. lagu ini mengembalikan aku kepada satu masa dulu. tentang hidup kami, bilik bujang berbau kusam, jeans lusuh dan gitar kapok. kami membeli bundle di pasar bulat. Race motor di tiger lane. ketemu Shamsiah dan kisah cinta antara dua darjat.
cerita lamo brader...
|