|
Untuk Kita Renungkan.
lagu tema iklan petronas [layan] [layan versi keroncong] ABDUL GAFAR ABDULLAH Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih Suci lahir dan di dalam batin Tegaklah ke dalam sebelum bicara Singkirkan debu yang masih melekat Anugerah dan bencana adalah kehendakNya Kita mesti tabah menjalani Hanya cambuk kecil agar kita sadar Adalah Dia di atas segalanya Anak menjerit-jerit, asap panas membakar Lahar dan badai menyapu bersih Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat Bahwa kita mesti banyak berbenah Memang, bila kita kaji lebih jauh Dalam kekalutan, masih banyak tangan Yang tega berbuat nista... oh Tuhan pasti telah memperhitungkan Amal dan dosa yang telah kita perbuat Kemanakah lagi kita kan sembunyi Hanya kepadaNya kita kembali Tak ada yang bakal bisa menjawab Mari, hanya tunduk sujud padaNya Kita mesti berjuang memerangi diri Bercermin dan banyaklah bercermin Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini Berusahalah agar Dia tersenyum... oh Berubahlah agar Dia tersenyum
last modified Aug 31, 2005 at 9:36
HK : terima kasih. cuma danchan tak izinkan tag2 sedemikian.
lope : kita musti terus berusaha memerangi diri dan banyak bercermin !
erman : selamat datang. terima kasih.
uipts : masih disini, sibuk dalam perlumbaan tikus.
di mana kamu
Salamx..
Aku ni kire orang baru kat sini, aku singgah kat sini disebabkan lagu Untuk Kita Renungkan ni, entah macam mana rasa layan lak lagu ni...memang feel habis..
anyway ada tak file format versi MP3?
Terima Kasih Banyak banyak..
anyway nice blog!
salam utk bro,
tawaran berburu hujung minggu sungguh sukar ditolak, aku belajar utk tidak memberi alasan kerana setiap alasan tak akan dapat melawan kebaikkan berburu. Sekian waktunya aku ini di mamah sibuk dunia....
untul lagu di atas, sungguh lawok bila bola dan kaki palsu naik sekali...
Kita mesti berjuang memerangi diri Bercermin dan banyaklah bercermin Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini Berusahalah agar Dia tersenyum... oh Berubahlah agar Dia tersenyum
saya dah email song player untul real media. i'll email untuk yang mp3 player later, ye
|