Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Amat Mengasihani
Segala puji tertentu bagi Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam
Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani
Yang Menguasai Hari Pembalasan
Engkau yang kami sembah dan pada Engkau kami mohon perlindungan
Tunjuklah kami jalan yang benar
Jalan yang Engkau kurniakan nikmat pada mereka, bukan jalan orang yang telah Engkau murkai dan bukan jalan orang sesat.
Cinta Agung hanya dari Allah S.W.T. Cinta lain kepada suami, isteri, anak-anak, ibu dan bapa, kepandaian, Kejelitaan, pangkat dan harta benda hanya bersifat sementara. Boleh Hilang dalam sekelip mata. Yang kekal hanya Allah S.W.T.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan..Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati..Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Hapuskan Kedukaanmu...
Tapi mengapa kesakitan di hati ini
masih lagi terasa? Sabarlah....
Mungkin bersama masa kau akan
belajar untuk melupai segala kelukaan
dan kesakitan itu.
Sungguh sekuat mana menahan diri
sedangkan air mata
semakin mendesak untuk tercurah.
Kebahagiaan pasti tiba
orang yang jahat pasti tercela
segala keburukan telah menimpa
saatnya kelegaan menjelma.
Banyak mata yang terbuka
sementara lainnya terpejam.
Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada.
Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu
sebab kesedihanmu
hanya akan membuatmu menjadi nanar.
Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan
apa yang kau perlukan esok hari
dan kau akan menjumpai kecukupan itu
ketika kau menjalaninya.
Biarkanlah segala sesuatu
mengalir seirama taqdir.
Jangan sekali-kali kau tidur
kecuali tetap waspada.
Saat kau kerdipkan matamu belum sempat kau terlena
ternyata Allah telah mengubah keadaan.
Sekalipun kulukiskan keagunganMu
dalam goresan
sebagai tanda kesucian yang mempererat jiwa
Engkau tetap Yang Teragung
dan tempat segala yang bermakna.
Ya Tuhan, hanya pada keagunganMu
segalanya terasa lapang.
Kenangan itu kadangkala teramat pahit untuk diredah, tetapi ia terlalu manis untuk dikenang. Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.Andainya hadirnya cinta sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.Kecewa bercinta bukan bermakna dunia sudah berakhir.Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.Hidup ini indah jika kita tahu menghargainya... Tapi ia amat menyakitkan andai kita melaluinya sambil lewa...
Ya Allah, Bukakanlah Dadaku, Mudahkan Urusanku dan Hilangkanlah Kekakuan Pada Lidah Agar Mereka Faham Akan Perkataanku.Ya Allah! Mulakan Permulaan Hari Ini Satu Kebaikan, Pertengahannya Merupakan Kebahagian dan Penghujungnya Keuntungan. Ya Allah! Tiada Yang dapat Memberi Kebaikan Melainkan Engkau, dan Tiada Yang dapat Menolak Kejahatan Melainkan Engkau, Tiada Daya Upayaku. AMIN...
..::KU TAK BISA MEMILIKI - DYGTA::..
Memang....waktu ku tersisa
Untuk selalu di sisi, menjaga hatimu
Aku..kan slalu mencoba,
Berikan yang terbaik
Untuk kau miliki
Tapi maafkan aku
Waktuku hanya sesaat...
Aku tak bisa memiliki
Indahnya cintamu
Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu, memilikimu
Aku tak ingin kau terluka
Mencintai aku...
Hapuslah air matamu
Lupakan aku...
Sedihku,
Di batas hasratku
Hanya ingin kau bahagia
Jalani hidupmu
Aku..kan slalu mencoba,
Berikan yang terbaik
Untuk kau miliki
Tapi maafkan aku
Waktu ku hanya sesaat.....
..::DEALOVA::..
aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu...
aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu....
karena langkah merapuh tanpa dirimu...
ooohh..karena hati tlah letih....
aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh...
aku ingin kau tau bahwaku selalu memujamu....
tanpamu sepinya waktu merantai hati...
oh bayangmu seakan akan....
reff
kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu..ooohh
kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada....
hanya dirimu yang bisa membuatku tenang...
tanpa dirimu aku merasa hilang...
dan sepi...
kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu..ooohh
kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada...
hanya dirimu yang bisa membuatku tenang...
tanpa dirimu aku merasa hilang...
dan sepi...
..::RADJA - Jujur::..
Duhai kekasih pujaan hatiku
Apakah kau memberiku satu arti
Sedikit rasa yang bisa kumengerti
Bukan sumpah atau janji
Buktikanlah bila ada cinta
Setulus hatimu bisa menerima
Sebatas kejujuran yang kau miliki
Bukan sekedar bersama
Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta
Tinggalkan aku
Bila tak mungkin bersama
Jauhi diriku lupakanlah aku
O... Ho... O... Ho...
Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta
Tinggalkan aku
Bila tak mungkin bersama
Jauhi diriku lupakanlah aku
Selamanya
..::RADJA - Tulus::..
Kekasih aku tak mengerti
Apa yang ada didalam hatimu
Kau diam kau tersenyum kepada aku
Disaat aku salah
Jangan pernah dustai hati
Bila dirimu sudah tak cinta lagi
Percuma bila terus bersama
Pastikan terpisah
Tuluskan hatimu mencintai aku
Bila aku pernah menyakiti hatimu
Maafkan aku, lupakan lah aku
Bila itu mau mu
Tuluskah hatimu mencintai aku
Bila aku pernah melakukan salah
Maafkan aku lupakanlah aku
Namun jangan tinggalkan cintaku
Tuluskah hatimu mencintai aku
..::UNGU - Tercipta Untukku::..
Menatap indahnya senyuman di wajahmu
Membuatku terdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cerita terindah
Di saat kau peluk mesra tubuhku
Banyak kata yang tak mampu
Ku ucapkan kepada dirimu
Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Di setiap langkah
Yang meyakiniku
Kau tercipta untukku
Sepanjang hidupku
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh jiwa ragaku
Kuingin kau tahu ku slalu milikmu
Yang mencintaimu sepanjang hidupku
When you REALLY want something, sometimes you have to swim a little deeper....You can't give up just because things don't come easy...You have to overcome the obstacles and face your fears...But in the end, it's all worth while! Life is full of ups and downs, but if you believe in yourself you will always come through with flying colors. Value friendship, love, and faith. Never underestimate yourself. If you follow this advice you can never go wrong!"
Look !nto My Eyes And Read My M!nd....F!nd YourSelf And Be YourSelf ( I'll Be Searching For You.... )
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber kebijaksanaan Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah muzik yang menggetarkan hati Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga….
Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil." (Al-Israa' 17: 24)
"Ya Allah, ampunkanlah dosaku, ampunkan dosa ibu bapaku dan rahmatilah mereka dengan kasih sayang-Mu, sebagaimana mereka menyayangiku ketika diriku masih kecil".
Itulah doa saya sebentar tadi, semasa bersolat zohor.
Entah kenapa, tiba-tiba hati saya terlalu tersentuh dengan doa tersebut. Sedangkan sudah berkali-kali saya membaca doa yang sama. Adakah kerana rindu saya terhadap ayahanda yang sudah masuk 14 tahun meninggalkan kami. Ya, saya rindukannya, terutamanya ketika hidup saya diasak dengan pelbagai cabaran, dan saya rindukan tangan ayahanda yang sering menepuk bahu agar masalah saya mengecil dan pergi oleh senyumannya.
Apakah saya terharu kerana saya rindukan bonda di kampung. Kampung yang sunyi, bersama teman-teman berbualnya yang pulang ke pangkuan Ilahi, seorang demi seorang. Bonda memang kesepian, hanya panggilan telefon dari anak-anaknya sahajalah pengubat sunyi itu. Mujurlah bonda kuat membaca. Majalah I saya hantarkan setiap bulan, kulit ke kulit habis dibacanya. Tazkirah Untuk Orang Mengaji oleh Ustaz Sonharji, saya belikan dan cepat sekali bonda menghadamnya. Kata bonda, "jika sunyi dan tak buat apa-apa, kenalah baca buku. Kalau dibiarkan otak beku, nanti datang jemu dan nyanyuk, jadi pelupa dan kemudian susahlah anak-anak nak melayan orang tua yang begitu."
Saya memang rindukan bonda. Bonda saya juga rindukan suaminya. Jika diselak langsir dapur, sayup-sayup kelihatan sepasang nisan makam ayahanda di tepi masjid sebelah rumah. Bonda sering termenung di tingkap itu, merenung kisah silam mereka, dan kenangan manis membesarkan kami berlima. Arwah nenda pernah berkata, "aku hairan tengok kamu berlima ni. Dari kecil sampai besar, tak pernah bergaduh. Walhal hero-hero belaka!" Saya juga terkenang, memang kami berlima hero-hero belaka. Semua adik beradik saya lelaki tetapi kami memang tidak pernah bergaduh.
Mungkin semua itu kerana watak ayah. Dia menjadi tumpuan kami dan kami sentiasa bergelak ketawa hingga ke meja makan. Kami tiada masa untuk bergaduh kerana semua ketawa dan sedih kami adalah bersama ayah. Namun selepas ayahanda pergi mengejut oleh serangan jantung, keluarga kami sunyi hilang ketawa. Sepi..
Kucing-kucing belaan kami yang suka menjilat peluh ayah semasa dia sakit terlantar, turut mati seekor demi seekor. Begitulah kami di rumah, tertumpu pada ayah. Kini ibu saya pula melayan sepi dan sunyi itu sendirian. Saya sangka, saya sukar menemankan bonda kerana saya terhumban di hujung benua. Selepas lebih sedekad saya di luar negara, saya segera pulang ke kampung halaman. Namun selepas bekerja di KL, rupa-rupanya keadaan tidak banyak berubah. Saya masih sukar untuk balik ke kampung, akibat Kuala Lumpur dan kehidupan saya yang amat menekan masa.
Saya jatuh rindu dan saya mohon ampun dari Allah atas dosa saya membiarkan bonda kesunyian di kampung.
Tetapi tengah hari tadi, saya tidak hiba kerana itu. Ada sesuatu yang lebih halus darinya. Mungkin sebentar tadi, buat kali pertamanya saya dapat merasakan apakah sebenarnya yang saya minta dari Allah, Tuhan yang telah memberikan seorang ibu dan bapa yang pengasih kepada saya.
Mengapakah apabila saya merintih keampunan dari Allah, saya kaitkan ia dengan kasih sayang bonda dan ayah semasa saya kecil?
Hari ini saya berusaha memikirkan jawapannya.
"Rizal minta maaf emak sebab susah sangat nak balik ke Ipoh. Kerja tak habis-habis. Lagi pun ada masanya Rizal cuti, tapi Muna pula yang kerja. Saif selalu menyebut tentang opahnya. Naurah pun dah makin besar. Dan pandai mengajuk cakap", keluhan saya kepada bonda beberapa ketika yang lalu.
"Tak apa, mak pun minta maaf sebab jarang dapat ke Kuala Lumpur. Kaki mak ni asyik sakit, kepala pun berat. Tak seronok nak berjalan-jalan kalau begini. Datang rumah kamu pun nanti menyusahkan sahaja. Asalkan kamu ingat emak dalam doa, Alhamdulillah", itulah suara dari hati bonda.
Semasa berdoa tadi baru saya sedar, ibu saya amat pemaaf. Dia memaafkan saya dan adik beradik yang lain tanpa menyoal apa-apa. Paling menyerlah, pemaaf bonda semasa saya kecil...
Saya pernah teringin untuk minum air sirap ros, tetapi patinya sudah habis. Semasa bonda sibuk menanda buku latihan anak-anak muridnya, saya ke dapur dan cuba memasak gula di dalam periuk. Secawan gula dicampur dengan pewarna merah, dimasak di atas api. Saya baru darjah tiga dan tidak terfikir untuk menambah air. Akhirnya gula hangus dan beku, periuk berkerak dan hampir mustahil untuk dibersihkan. Kerana takut, saya simpan periuk itu di dalam kabinet dapur. Seminggu masa berlalu, apabila bonda terjumpa periuk itu, dia tahu itu angkara saya. Dia tidak marah tetapi mencebikkan muka kesedihan.
"Emak tak marah?", saya cuba memberanikan diri bertanya.
"Emak tak marah kamu cuba masak gula ni. Tapi emak sedih sebab kamu sorok periuk ni dalam kabinet", itulah katanya.
Saya menangis kerana terasa bersalah cuba menipu bonda dan dia dengan segera memujuk.
Saya pernah cuba membasuh kain sendiri, tetapi kerana lupa memasukkan getah ke bilik air, habis seluruh dapur banjir ditenggelami air sabun. Bonda tidak marah.
Saya juga pernah berayun di buaian sambil berdiri walaupun ditegah. Apabila buaian terlalu laju, saya tercampak dan muka tersembam ke pasu bunga. Sampai ke hari ini saya masih dapat merasa tuam pasir panas di pipi yang sudah kebiru-biruan. Bonda tidak marah.
Ayahanda juga tiada bezanya. Dia tidak pernah memaksa saya membaca buku tetapi jika gagal mendapat tempat pertama, dia menepuk bahu saya sambil berkata, "nanti mainlah lagi ya. Jangan baca buku."
Dia tidak marah tetapi saya sendiri yang rasa terseksa dan bersalah.
Saya pernah bergaduh dengan Pengetua di sekolah. "Maaf ustaz, kalau begitulah cakap ustaz, saya pun 'tak hingin' nak sekolah di sini!", jiwa anak muda di Tingkatan 4 memberontak. Saya pulang ke asrama, mengemas beg baju dan langsung meninggalkan Negeri Sembilan untuk pulang ke kampung tanpa berfikir panjang.
Saya tiba di Ipoh selewat jam 11 malam. Ayah amat terkejut dengan tindakan saya berhenti sekolah, tetapi dia tidak marah. Dia berikan saya wang RM50 sambil berkata, "ambil duit ni dan uruskan sendiri kamu nak bersekolah mana selepas ini". Itu cara ayah saya. Dia jarang sekali marah.
Ayah dan bonda saya amat mudah memaafkan saya. Tidak kira apa sahaja karenah kami, mereka memaafkan kami seadanya. Mereka menerima kami sebagai anak-anak yang banyak kelemahan dan atas penerimaan itu, mereka mengasihi kami TANPA SYARAT.
Ayah dan bonda menerima saya atas segala yang ada pada diri ini. Saya taat atau degil, saya rajin dan saya culas, saya senyum atau saya menjerit, mereka menerima saya seadanya. Mereka terus menyayangi dan mengasihi saya tanpa syarat. Mereka tidak pernah memberitahu saya bahawa semua kebaikan yang mereka buat selama ini, mesti dibalas apabila kami telah dewasa. Kami balas atau tidak, kami ingat atau lupa, tugas mereka hanyalah membesarkan kami dengan penuh kasih sayang, TANPA SYARAT.
Allah memberikan percikan sifat Rahman dan Rahim untuk makhluk-Nya mengasihi tanpa syarat, hanyalah pada naluri dan hati seorang ibu dan bapa kepada anaknya. Suami mengasihi isteri, sering mengharap balas. Isteri mengasihi suami, kerap juga ada sesuatu yang terselindung di sebaliknya. Apatah lagi jika hanya antara dua sahabat. Sukar untuk dipastikan tulus persahabatan mereka. Bolehkah seorang sahabat memaafkan sahabatnya tanpa syarat? Mungkin ada, tapi sering tiada.
Apa yang pasti, hanya ibu bapa sahaja yang mampu mengasihi anak-anaknya tanpa syarat. Sebab itulah anak-anak tidak mampu membalas kasih itu. Jika seorang anak jatuh sakit, ibu bapa sanggup berjaga malam dan berdoa agar si anak sembuh dan dipanjangkan umur. Namun apabila tiba giliran anak menjaga ibu bapanya, mereka mungkin terus menjaga, tetapi hati mudah berkata, "bilalah orang tua ini nak mati!". Ya Allah, lindungilah aku dari menjadi anak seperti itu.
Hati saya amat sedih melihat kaum Cina di KL berebut-rebut menghantar ibu dan bapa mereka ke wad kecemasan Hospital UKM sehari sebelum Tahun Baru Cina. Pesakit berumur 60 tahun (kalau tak silap saya) ke atas, rawatan di HUKM adalah percuma. Maka inilah cara mudah mereka untuk get rid ibu bapa mereka di musim perayaan. Kalau hantar ke rumah orang tua-tua, mahal pulak bayarannya. Allah Allah....
Saya masih ingat dialog ayah tengah hari itu. Dia baru sahaja pulang dari menunaikan Haji.
"Abah kat Mekah doa apa, abah?", saya bertanya.
"Abah doa supaya Allah jangan panjangkan umur abah sampai nyanyuk. Takut anak-anak tak tahan. Takut kamu jadi anak durhaka!", kata ayah saya sambil mata redupnya merenung saya yang terkelu lidah. "Abah, jangan cakap macam tu...", saya sebak dan hanya mampu membiarkan air mata kering di pipi. Ayah pergi meninggalkan kami pada malam hari lahir saya yang ke-17, hanya setahun lebih selepas perbualan kami itu.
Anak-anak, jiwanya tidak sebesar ayah dan bonda. Kasihnya kadang-kadang tidak sampai ke makam ayah dan bonda. Namun seorang ibu dan ayah, mampu menahan pedih dan perit membesarkan anak-anaknya. Bukan setahun dua malah majoriti nyawa dan usia. Mereka mampu membelai, mereka mudah memaafkan kita, kerana mereka kasih dan cinta, dengan CINTA TANPA SYARAT.
Ya Allah, aku lemah, aku banyak dosa. Aku suka mengeluh, aku kerap lalai dan alpa. Ampunkanlah aku ya Allah. Ampunkan diriku dengan pengampunan oleh sifat-Mu yang Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ampun dan kasihanilah aku, mudah-mudahan tanpa banyak hisab, tanpa banyak syarat, sebagaimana ibu bapaku memaafkan aku tanpa syarat, mengasihiku tanpa mengharapkan balasan.
Ampunkan jua mereka, dan limpahkan Rahmah-Mu kepada mereka. Mereka yang mengasihiku tanpa syarat, Kau maafkan mereka dan limpahkan Kasih-sayan