home
login::signup
we::blog

a rebellious poet

metafora para pendosa 
:sutan dan sajakku
 
 
yang kugeleparkan malam itu dan mengelepak ke jendela rumahmu, 
adalah anak-anakku. 
: yang lahir bukan dari kata, melainkan kedukaan yang terus menyala, bahkan membakari jantungku.  
pernah aku menjadi tengkorak karena panasnya kata-kata itu. 
mereka yang menyala garang, tak selalu atas namaku. 
mereka yang meliar, memporak-porandakan bukit kejantanan 
:adalah kuasa lain  
yang berpacu dalam kegarangan dunia dan batu-batu. 
apakah lagi metafora yang kususun untuk memenjara mereka? 
sebab terali telah hancur  
dan bahasaku koyak ketika mereka siap 
pergi dan berjalan  
bahkan saat aku tertidur. 
mereka yang merobek selaput mimpiku, 
berlari-lari di atas kepala. 
adalah duka kita sendiri, yang terlanjur berdarah nanah. 
:sebuah sejarah manusia, yang engkau 
dan aku tak akan mampu 
mengingkarinya 
 
Rawamangun, 2002 
Sajak oleh Sihar Ramses Simatupang
 
 
pertama kali aku berjumpa dengan penyajak dari jakarta ini dua bulan lepas, aku tidak kenal siapa dia. malah aku tidak familiar pun dengan hasil kerjanya. yang aku tahu cuma ada penulis budaya dari jakarta yang akan mengikut aku pusing-pusing di bandar kuching. 
 
sekali pandang, aku tahu ada sesuatu yang istimewa tentangnya. dengan rambut panjang paras bahu, t-shirt yang tertera wajah dan nama pablo neruda serta jeans dan jaket jeans berwarna biru lusuh, aku tahu dia ni memang lain dari yang lain.  
 
memang artists are exceptional people. senang aje nak identify dia orang ni sebab rata-ratanya eksentrik sikit. ada orang kata these arty-farty type snooty sikit, memang pun tapi tidak semua. sihar ni humble orangnya tapi memang sedikit pelik pada pendapat akulah.  
 
sayangnya, aku tidak punya banyak kesempatan untuk berbual panjang dengan dia. dan aku jugak terkilan sebab tak dapat bawak dia melawat rumah pena.  
 
apa yang best, aku happy giler bila dia hadiahkan aku sebuah buku kecil yang mengabadikan himpunan karya-karya puisi dia. sekarang buku ni dah jadi one of my treasured poem collections sekali dengan buku puisi a samad said, suara dari dinding dewan. yang bestnya dua-dua buku ada signature penulisnya.  
 
mungkin satu hari nanti, aku akan bertemu lagi dengannya. kalau tidak di kuala lumpur, mungkin di jakarta, siapa tahu. tapi janjinya kalau aku datang ke jakarta, dia bisa menjadi guide, teman dan sahabat.

last modified Jun 22, 2005 at 0:36



[ add a comment ]

db: ya, akak dah hantar kat dia orang. trima kasih bebanyak. memang tak terbalas jasa kau. ;-)

loppiess: benar, sajaknya garang tapi ada juga satu dua yang penuh kelembutan seperti juga sajak2 seorang loppies. ;-)

144052 | posted by sitinesta on June 26, 2005 at 21:50

wah, puisi Sihar Ramses Simatupang sangat terbuka dan lantang, ianya bagai warna garang yang di cat pada dinding.

143921 | posted by loppiess on June 23, 2005 at 17:51

kak.....telah ko utuskan keratan akhbar utusan pada orang2 di jakarta tu.....jangan lupa, penat aku selongkar himpunan suratkhabar di office ****** nie....

143888 | posted by durianbelanda on June 22, 2005 at 23:58